- Hutama Karya mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Banten, Jakarta, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara atas penugasan Kementerian PU.
- Pembangunan mencakup gedung sekolah serta fasilitas pendukung seperti asrama dan rumah susun bagi tenaga pendidik secara serentak.
- Proyek ini bertujuan memperluas akses pendidikan nasional dan meminimalisir kesenjangan fasilitas pendidikan di berbagai wilayah yang belum terjangkau.
Suara.com - PT Hutama Karya (Persero) saat ini tengah melaksanakan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang tersebar di empat provinsi, yaitu Banten, DKI Jakarta, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara.
Penugasan ini diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis guna memastikan kesiapan sarana pendidikan pada tahun ajaran baru mendatang.
Dalam proyek ini, Hutama Karya berperan sebagai pelaksana konstruksi sekaligus koordinator percepatan lintas wilayah.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu agenda prioritas nasional yang fokus pada perluasan akses pendidikan bagi masyarakat di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau layanan pendidikan formal.
Pengerjaan proyek yang dilakukan secara serentak di berbagai kawasan menuntut pola koordinasi yang sistematis.
Perusahaan melakukan mobilisasi sumber daya serta pengawasan lapangan secara intensif agar seluruh titik pembangunan dapat mencapai target waktu yang telah ditetapkan.
Pembangunan ini tidak hanya terbatas pada gedung sekolah, tetapi juga mencakup fasilitas pendukung yang komprehensif. Setiap kawasan Sekolah Rakyat dirancang untuk memiliki asrama siswa, rumah susun bagi tenaga pendidik, masjid, gedung serbaguna, kantin, hingga infrastruktur penunjang operasional lainnya.
Sebaran Lokasi dan Cakupan Wilayah
Proyek Sekolah Rakyat ini menyasar beberapa titik dengan karakteristik geografis yang beragam:
Baca Juga: Menteri Dody: Yakin Proyek Sekolah Rakyat akan Siap untuk Tahun Ajaran Baru 2026
- Banten: Pembangunan difokuskan di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.
- DKI Jakarta: Proyek diarahkan untuk menambah daya tampung layanan pendidikan di kawasan perkotaan yang padat penduduk.
- Sulawesi Barat: Lokasi pembangunan berada di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Polewali Mandar.
- Maluku Utara: Pengerjaan dilakukan di Kabupaten Halmahera Barat dan Kabupaten Halmahera Utara.
Pendekatan pengerjaan paralel diterapkan untuk memastikan bahwa seluruh fasilitas fungsional dapat segera digunakan sejak hari pertama operasional sekolah. Di beberapa lokasi, perusahaan juga menggunakan skema kolaborasi operasi untuk menjaga kelancaran teknis di lapangan.
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyatakan bahwa tantangan utama dalam proyek ini adalah menjaga konsistensi standar mutu pada pengerjaan yang tersebar di banyak titik.
Fokus utama perusahaan adalah memastikan seluruh fasilitas yang dibangun memenuhi spesifikasi teknis dan dapat berfungsi secara optimal sesuai kebutuhan operasional pendidikan.
Menurut Hamdani, koordinasi internal dan pengawasan ketat menjadi kunci agar percepatan pembangunan tidak mengurangi kualitas bangunan maupun aspek keselamatan kerja. Melalui penyelesaian infrastruktur ini, diharapkan kesenjangan fasilitas pendidikan antarwilayah dapat diminimalisir sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung di lingkungan yang memadai.
Berita Terkait
-
Danantara Dinilai Berperan Strategis dalam Proyek Hilirisasi Fase II
-
MBG hingga Sekolah Rakyat, Sejauh Mana Negara Berpihak pada Pendidikan?
-
Suara Siswa Sekolah Rakyat: Sekolah Gratis Beneran Tanpa Biaya Tersembunyi?
-
Warga Bintaro-Ciledug Wajib Cek! Ada Rekayasa Lalu Lintas Besar-besaran Imbas Proyek Pipa
-
Di Balik Progres Percepatan Sekolah Rakyat: Dedikasi Tinggi dan Komitmen Tanpa Kompromi Para Pekerja
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
AION UT Black Resmi Melantai di GIIAS 2026 Sebagai Pilihan Mobil Listrik Bergaya Elegan
-
4 Pameran di JIExpo Hadirkan Tren Beauty, Kesehatan, hingga Tekstil Terbaru
-
Sengketa HGB di STC, Dewan Cek Ruko yang Disegel Pemkot Pekanbaru
-
JKIND Rayakan Eksistensi 25 Tahun dalam Industri Kaca Film di Pameran GIIAS 2026
-
Andai Dapat Restu dari Presiden Prabowo dan FIFA, Erick Thohir Gas Maju Lagi Jadi Ketum PSSI
-
Polisi Amankan Pria Diduga Mabuk dan Mengamuk di Depan Gerbang UNS
-
Tim 9 Didesak Ungkap Siapa Pemilik Rp476 M dan Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
7 Ide Lomba 17 Agustus Hemat Biaya dan Unik, Dijamin Bikin Warga Ngakak!
-
Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
-
Bahlil Semprot AMPI: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'