- Morgan Stanley memproyeksikan harga emas dunia mencapai $5.200 per ons pada akhir 2026 berkat rencana pemangkasan suku bunga.
- Konflik geopolitik di Timur Tengah dan tekanan inflasi energi saat ini menjadi faktor utama penghambat kenaikan harga emas.
- Harga emas batangan Antam domestik melonjak Rp17.000 menjadi Rp2.840.000 per gram mengikuti tren kenaikan harga di pasar global.
Suara.com - Pasar emas dunia kembali menunjukkan momentum positif dengan harga yang mulai menguji level resistensi baru di posisi $4.700 per ons.
Meski masih memerlukan waktu untuk kembali ke level harga kunci, lembaga perbankan investasi Morgan Stanley optimis bahwa harga sang logam mulia akan terus bergerak merangkak naik.
Strategis Komoditas Logam & Pertambangan Morgan Stanley Research, Amy Gower, menegaskan kembali prediksinya bahwa harga emas akan menutup tahun 2026 di kisaran $5.200 per ons. Angka ini mencerminkan kenaikan sekitar 10 persen dari level harga saat ini.
Gower mengungkapkan bahwa sulitnya emas bergerak naik dalam beberapa bulan terakhir disebabkan oleh tingginya ketidakpastian geopolitik akibat perang yang sedang berlangsung di Iran.
Konflik tersebut memicu guncangan pasokan energi yang sempat meredupkan harapan pasar akan penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS).
"Sensitivitas emas terhadap kebijakan moneter kini telah mengambil alih peran sebagai penggerak harga utama. Hal ini membayangi status emas sebagai aset aman (safe-haven) dan mengurangi efektivitasnya sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik maupun inflasi," ujar Amy Gower, dikutip dari Kitco.
Lonjakan harga minyak yang memicu tekanan inflasi memaksa Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed), untuk mengevaluasi kembali rencana pelonggaran kebijakan moneternya.
Meski pasar mulai meragukan pemangkasan suku bunga, Morgan Stanley tetap bertaruh bahwa setidaknya akan ada satu kali pemangkasan suku bunga tahun ini yang akan menjadi katalis positif bagi harga emas.
Morgan Stanley memproyeksikan satu pemangkasan suku bunga pada Januari mendatang, diikuti oleh pemangkasan berikutnya pada Maret 2027. Sinyal kebijakan ini diprediksi akan menarik kembali minat investor pada instrumen Exchange-Traded Fund (ETF) emas.
Baca Juga: Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045
Faktor Timur Tengah dan Risiko Pasar
Masa depan emas sangat bergantung pada perkembangan konflik di Timur Tengah. Kabar terbaru dari Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kemajuan pesat sedang dicapai menuju kesepakatan damai yang langgeng.
Namun, Gower memperingatkan bahwa jika konflik berlangsung lebih lama, emas justru berisiko tertekan jika pasar mulai mengantisipasi penahanan suku bunga yang berkepanjangan atau bahkan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Di sisi lain, jika perdamaian tercapai, potensi kenaikan harga mungkin terbatas karena harga yang sudah tinggi dapat membatasi permintaan dari bank sentral maupun konsumen.
Harga Emas Antam Domestik Melonjak Rp17.000
Sejalan dengan tren global, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di dalam negeri juga mengalami kenaikan signifikan.
Berita Terkait
-
Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram
-
Harga Emas Antam Mulai Naik, Hari Ini dibanderol Rp 2,79 Juta/Gram
-
Tren Penurunan Berlanjut, Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Terkoreksi
-
Hitungan Gila BBM Fortuner 2026, Uang Bensin Setahun Kini Setara 18 Gram Emas Antam
-
Emas Antam Semakin Terjangkau, Harganya Kini Rp 2,76 Juta/Gram
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi
-
Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%
-
Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?
-
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Dinilai Rapuh karena Bergantung Konsumsi
-
Platform Kripto OSL Indonesia Umumkan Migrasi Bursa dan Kliring
-
Pertamina dan LanzaTech Berkolaborasi Dorong Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi
-
Sektor Ekonomi Kreatif RI Serap Tenaga Kerja 27,4 Juta
-
Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah
-
Harga Minyak Naik Tipis, Investor Ragukan Kesepakatan AS-Iran Tercapai
-
Harga Pangan Nasional 7 Mei 2026: Bawang Merah Meroket, Cabai dan Minyak Goreng Ikut Naik