- Harga emas Antam pada 6 Mei 2026 melonjak menjadi Rp2.790.000 per gram dengan harga buyback Rp2.580.000 per gram.
- Kenaikan harga emas Antam dipicu penguatan harga emas dunia akibat ketegangan geopolitik di wilayah Timur Tengah.
- Pelemahan nilai tukar dolar AS serta penantian data ketenagakerjaan Amerika Serikat turut memengaruhi fluktuasi harga emas saat ini.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Rabu, 6 Mei 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.790.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu melonjak Rp 30.000 dibandingkan Selasa, 5 Mei 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.580.000 per gram.
Harga buyback itu juga ikut terbang tinggi Rp 35.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Selasa kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- 0,5 gram: Rp1.448.613
- 1 gram: Rp2.796.975
- 2 gram: Rp5.533.800
- 3 gram: Rp8.275.638
- 5 gram: Rp13.759.313
- 10 gram: Rp27.463.488
- 25 gram: Rp68.532.905
- 50 gram: Rp136.986.613
- 100 gram: Rp273.895.030
- 250 gram: Rp684.471.913
- 500 gram: Rp1.368.733.300
- 1000 gram: Rp2.737.426.500
Harga Emas Dunia Merangkak Naik
Harga emas dunia bergerak menguat pada perdagangan Rabu (sesi Asia), seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan pelemahan dolar AS.
Mengutip FXStreet, logam mulia dengan kode XAU/USD tersebut diperdagangkan di zona positif, mendekati level 4.575 dolar AS per troy ounce pada awal sesi Asia. Kenaikan ini terjadi ketika pelaku pasar mencermati perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga: Tren Penurunan Berlanjut, Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Terkoreksi
Sentimen pasar turut dipengaruhi pernyataan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang menegaskan bahwa gencatan senjata dengan Iran belum sepenuhnya berakhir, meskipun kedua pihak sempat terlibat baku tembak di kawasan Teluk terkait Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut menekan nilai tukar dolar AS, yang pada gilirannya memberikan dukungan bagi harga emas. Seperti diketahui, emas cenderung menguat saat dolar melemah karena menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain.
Namun demikian, ketidakpastian di kawasan Timur Tengah masih tinggi. Ketegangan meningkat setelah insiden yang melibatkan kapal di Selat Hormuz serta serangan rudal ke Uni Emirat Arab.
Pemerintah UEA menyatakan berhasil menggagalkan sebagian besar dari sekitar 20 proyektil berupa rudal dan drone yang diluncurkan dari Iran sehari sebelumnya. Kondisi ini membuat pasar tetap waspada terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas.
Meski emas diuntungkan sebagai aset safe haven, konflik yang terus berlangsung di Selat Hormuz juga berpotensi membatasi kenaikan harga lebih lanjut apabila memicu stabilisasi mendadak atau intervensi global.
Di sisi lain, pelaku pasar kini menanti data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah laporan Perubahan Ketenagakerjaan ADP yang dijadwalkan rilis pada Rabu.
Selain itu, perhatian juga tertuju pada data ketenagakerjaan nonfarm payrolls (NFP) yang akan dirilis Jumat mendatang. Data tersebut dinilai krusial karena dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed serta pergerakan harga emas selanjutnya.
Konsensus pasar memperkirakan ekonomi AS menambah sekitar 60.000 lapangan kerja pada April, dengan tingkat pengangguran diproyeksikan tetap stabil di level 4,3%.
Jika data tenaga kerja lebih kuat dari perkiraan, hal ini bisa menekan harga emas karena memperkuat dolar AS. Sebaliknya, data yang lebih lemah berpotensi memperpanjang reli emas dalam waktu dekat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut
-
Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan
-
Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya
-
Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan
-
MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni
-
Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI
-
IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun
-
Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan
-
Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM
-
Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya