- Harga Minyakita di Papua dan Maluku masih jauh di atas HET Rp15.700/liter akibat kendala geografis.
- NTT berhasil stabilkan harga Minyakita, menjadi acuan distribusi untuk wilayah timur lainnya.
- Bulog telah menyalurkan 2,3 juta liter Minyakita ke Maluku dan Papua guna menekan harga.c
Suara.com - Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Perdagangan menyoroti persistennya harga Minyakita yang jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter di wilayah timur Indonesia, khususnya Papua, Maluku, dan Maluku Utara.
Meski sebagian besar wilayah Indonesia mulai stabil, kawasan timur masih menghadapi tekanan harga akibat hambatan geografis.
Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag, Nawandaru Dwi Putra, menjelaskan bahwa tantangan utama bukan pada stok nasional, melainkan biaya logistik yang tinggi.
"Untuk kawasan timur dan kepulauan, ini masih mengalami tekanan jauh di atas HET karena kendala geografis," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Selasa (12/5/2026).
Sebagai perbandingan positif, wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sebelumnya mengalami masalah serupa kini telah berhasil menekan harga hingga mendekati HET. Pemerintah mendorong Perum Bulog dan ID FOOD untuk mereplikasi pola distribusi tersebut ke Papua dan Maluku.
Menanggapi hal ini, Perum Bulog melaporkan telah menyalurkan sekitar 2,3 juta liter Minyakita ke Maluku dan Papua Barat untuk meredam disparitas harga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH
-
Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan
-
Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe
-
Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen
-
Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak
-
Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen
-
Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak
-
Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI
-
RI Bakal Punya Pusat Riset Timah di Bangka
-
Gegara Pelemahan Rupiah, Harga AC dan TV Langsung Naik