- IHSG ambrol 4,26% ke level 6.437,16 pada perdagangan Senin pagi.
- Indeks menyentuh 6.425,95, level terendah dalam 52 minggu terakhir.
- IHSG gagal bertahan di zona hijau setelah dibuka pada level 6.628,98.
Suara.com - Pasar saham Indonesia dikejutkan oleh aksi jual massal pada perdagangan Senin pagi (18/5/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambrol signifikan hingga 4,26% atau terkoreksi 286,16 poin ke level 6.437,16 pada pukul 10.29 WIB berdasarkan data pasar.
Membuka perdagangan di posisi 6.628,98, IHSG sempat mencoba merangkak naik sedikit ke level tertinggi harian di 6.631,28. Namun, tekanan jual yang masif langsung memukul mundur indeks hingga sempat terjerembab ke level terendahnya di 6.425,95.
Level terendah hari ini (6.425,95) resmi memecahkan rekor baru sebagai titik terendah IHSG dalam 52 minggu terakhir (1 tahun). Angka ini berbanding terbalik dengan pencapaian puncak kejayaan IHSG yang sempat bertengger di level tertinggi 9.174,47 dalam periode yang sama.
Hingga pukul 10.35 WIB, indeks terpantau masih tertahan di zona merah pada level 6.440,80. Sentimen negatif global dan domestik diduga menjadi pemicu utama para pelaku pasar cenderung mengamankan aset mereka (panic selling), meninggalkan bursa domestik dalam tekanan berat di awal pekan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun
-
Pemerintah Resmi Luncurkan SRUK 9 Juli, Era Baru Perdagangan Karbon Dimulai
-
Riset CORE Indonesia Ungkap MBG & Kopdes Merah Putih Bikin Pemda 'Krisis Keuangan'
-
Handy Wihartady Ditunjuk jadi Direktur Utama PLN Enjiniring, Siapa Dia?
-
73% CEO Khawatir Risiko Regulasi, Askrindo Andalkan GCG Perkuat Bisnis
-
Pupuk Indonesia dan Pertamina Perkuat Hilirisasi, Gas Bumi Jadi Andalan
-
Investor Terus Kabur dan Devisa Menipis Bikin Rupiah Semakin Melemah
-
Purbaya Usul RUU PFII ke DPR, Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Internasional
-
Asuransi Syariah Mulai Bidik Seluruh Segmen Masyarakat RI
-
Wisatawan Indonesia Kini Lebih Mudah Pesan Hotel di Luar Negeri, Cukup Pakai Aplikasi