Suara.com - Transformasi perusahaan tidak selalu dimulai dari perubahan besar yang terlihat dari luar. Sering kali, perubahan justru tumbuh dari dalam, dari cara karyawan bekerja, saling menghargai, berbagi praktik baik, hingga berani menghadirkan inovasi di ruang kerjanya masing-masing.
Setelah 27 tahun berdiri, dengan lebih dari 70 ribu karyawan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) membutuhkan budaya kerja yang bukan hanya kuat, tetapi juga hidup dalam keseharian. Budaya itu tercermin dari insan PNM yang terus belajar, bekerja dengan empati, saling mendukung, melayani nasabah sepenuh hati, serta berani menghadirkan inovasi dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.
Dalam semangat itulah PNM Excellence Awards 2026 dihadirkan, bukan hanya sebagai ruang apresiasi, tetapi juga sebagai katalisator transformasi budaya kerja internal. Program ini menjadi cara PNM untuk menumbuhkan budaya kerja yang lebih produktif, kolaboratif, dan adaptif melalui pengakuan terhadap insan-insan yang telah menunjukkan kontribusi terbaiknya.
Dengan tema "The Symphony of Excellence", PNM ingin menggambarkan bahwa kinerja unggul tidak lahir dari satu orang saja, melainkan dari harmoni peran, kerja sama, dan semangat bersama di seluruh lini perusahaan.
Kegiatan ini juga menjadi penggerak untuk mempercepat lahirnya budaya kerja berbasis kinerja atau performance-driven culture. Melalui ruang ini, praktik baik yang sebelumnya tumbuh di satu unit kerja dapat menjadi inspirasi bagi unit lainnya. Inovasi yang berhasil diterapkan dapat direplikasi, semangat kepemimpinan dapat diselaraskan, dan rasa bangga sebagai insan PNM dapat terus dibangun.
Dengan begitu, transformasi tidak berhenti sebagai arahan, tetapi bergerak menjadi kebiasaan yang hidup dalam cara kerja sehari-hari.
Direktur Utama PNM Kindaris menyampaikan bahwa perubahan budaya kerja membutuhkan ruang yang mampu menggerakkan, menginspirasi, dan memberi contoh nyata.
"PNM Excellence Awards 2026 adalah bagian dari upaya membangun budaya kerja yang terus bergerak maju. Apresiasi bukan hanya tentang memberikan penghargaan, tetapi tentang menyalakan semangat agar setiap insan PNM berani berinovasi, saling belajar, dan membawa praktik baik ke lingkungan kerjanya. Setelah 27 tahun berdiri dan kini sudah lebih dari 70 ribu insan PNM, transformasi harus tumbuh dari kolaborasi dan kesadaran bersama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," ujar Kindaris.***
Baca Juga: PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan
Berita Terkait
-
PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan
-
Dari Pesisir Sorong, Ibu Ragaia Wujudkan Rumah Layak dan Pendidikan Anak Bersama PNM Mekaar
-
RE3 For-E PNM Ubah Limbah Pakaian Menjadi Rantai Manfaat bagi Nasabah Laundry
-
PNM Salurkan Pakaian Hasil RE3 For-E untuk Disabilitas dan Lansia
-
Sambut Idul Adha, PNM Salurkan Daging Kurban kepada Masyarakat dan Pelaku UMKM
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
4 Tips Menyimpan Sepeda Lipat agar Awet, Bebas Karat, dan Tetap Nyaman Dikendarai
-
Tarif Naturalisasi Rp75 Juta, Pakar Minta Pemerintah Tak Jadikan Kewarganegaraan Hak Orang Berduit
-
Gara-gara Kue, Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf PPPK
-
Waspada! KPAI Ungkap Anak Indonesia Kini Terjebak 'Industri Kecemasan' dan 'Candu Digital'
-
Alarm Diabetes Indonesia: Skrining BPJS Belum Mampu Menjangkau Jutaan Kasus Tersembunyi?
-
Sekolah Masih Kekurangan Guru, PGRI Tolak Anggaran Pendidikan Dipangkas demi MBG
-
Lawan Hama Wereng, Petani Boyolali Andalkan Teknologi Drone
-
Kasus TPPU Memasuki Babak Baru: Eks Jampidsus Masuk Daftar Panggil, Kejagung Terbitkan Sprindik ke-4
-
BUMI Hingga BULL Jadi Saham Rekomendasi di Tengah Gejolak Minyak, Cek IHSG Hari Ini
-
Revisi UU Pemilu Harus Perkuat Demokrasi, Bukan Sekadar Ubah Aturan