Bisnis / Inspiratif
Kamis, 04 Juni 2026 | 21:00 WIB
Ibu Ragaia Sosir, nasabah PNM Mekaar di Pulau Arar, Papua Barat Daya. (Dok. PNM)

Suara.com - Di berbagai wilayah pelosok Indonesia, akses terhadap layanan keuangan formal masih menjadi tantangan bagi masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan pesisir dan kepulauan di Indonesia Timur. Jarak, biaya transportasi, hingga kebutuhan menyeberang pulau kerap membuat layanan keuangan modern belum sepenuhnya mudah dijangkau.

Di tengah kondisi itu, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) hadir mendekatkan akses pembiayaan dan pendampingan usaha bagi perempuan prasejahtera, termasuk hingga ke Pulau Arar, Papua Barat Daya.

Salah satu kisah datang dari Ibu Ragaia Sosir, nasabah PNM Mekaar sejak 2021. Dari pesisir Papua, ia membangun harapan sederhana untuk keluarganya, yakni menyekolahkan anak dan merenovasi rumah agar menjadi tempat tinggal yang lebih layak.

Perjalanannya tidak selalu mudah. Namun, semangat untuk memperbaiki kehidupan keluarga membuatnya terus berusaha. Melalui pembiayaan dan pendampingan yang diterima, Ibu Ragaia mulai menata kembali kebutuhan rumahnya, mulai dari membangun kamar mandi, kamar tidur, memasang jendela, hingga memperbaiki bagian rumah lainnya secara bertahap.

Dalam perjalanannya, Ibu Ragaia tidak hanya menjadi nasabah, tetapi juga dipercaya sebagai Ketua Kelompok Mekaar. Dari pengalamannya, ia melihat peluang di balik keterbatasan akses layanan keuangan di wilayah tempat tinggalnya.

Karena masyarakat sekitar harus menyeberang pulau untuk memperoleh layanan keuangan yang lebih modern, ia memutuskan menjadi agen BRILink. Keputusan itu lahir dari pengamatan terhadap kebutuhan warga sekitar sekaligus membuka peluang usaha yang memberi manfaat lebih luas bagi lingkungan tempat tinggalnya.

“Dulu saya cuma pikir anak-anak bisa tetap sekolah dan rumah bisa pelan-pelan lebih layak. Setelah ikut PNM Mekaar, saya rasa ada jalan untuk usaha. Kitong mulai dari kecil saja, perbaiki kamar mandi, kamar, jendela, sedikit-sedikit. Yang penting tetap jalan, supaya keluarga bisa hidup lebih baik,” ujar Ibu Ragaia Sosir.

Kisah Ibu Ragaia menjadi gambaran bahwa pemberdayaan dapat tumbuh dari ruang-ruang kecil di wilayah terluar ketika akses pembiayaan, pendampingan, dan keberanian untuk memulai bertemu dalam satu kesempatan.

Melalui PNM Mekaar, Ibu Ragaia juga mengajak perempuan di sekitarnya untuk berani mengikuti jejak serupa, mengembangkan usaha, menata rumah, dan membangun masa depan keluarga secara bertahap.

Baca Juga: RE3 For-E PNM Ubah Limbah Pakaian Menjadi Rantai Manfaat bagi Nasabah Laundry

Ia menjadi satu dari 22,9 juta masyarakat Indonesia yang telah memperoleh layanan PNM. Kisahnya menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak hanya hadir di pusat kota, tetapi juga menjangkau kawasan pesisir, pulau-pulau kecil, dan pelosok negeri.***

Load More