- Dwi Sudarmadi menerima bantuan permodalan Kredit Program Perumahan dari BRI sebesar Rp5 miliar di Bantul, Juli 2026.
- Program pemerintah ini memberikan bunga rendah sebesar 6 persen untuk membantu pelaku UMKM sektor perumahan berkembang.
- Pemilik toko bangunan asal Klaten tersebut terpilih karena memiliki rekam jejak bisnis yang baik dan tertib.
Suara.com - Kamis, 4 Juni 2026, menjadi hari yang tidak terduga bagi Dwi Sudarmadi, seorang pemilik toko bahan bangunan asal Klaten, Jawa Tengah. Ia mendadak mendapat kabar bahwa dirinya terpilih sebagai penerima bantuan permodalan melalui program Kredit Program Perumahan (KPP) dalam acara yang diselenggarakan di Gelora Prapto Srimulyo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
KPP merupakan program yang diinisiasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Dalam pelaksanaannya, pemerintah menggandeng sejumlah perbankan, salah satunya PT Bank Rakyat Indonesia (BRI). Kemudian, juga ada BP Tapera dan pemerintah daerah seperti DIY.
Program ini tidak hanya ditujukan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan rumah subsidi, tetapi juga mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di sektor perumahan, mulai dari pengembang (developer), kontraktor, arsitek, hingga toko bahan bangunan untuk meningkatkan kapasitas usaha.
Dwi menjadi salah satu nasabah pelaku usaha yang terpilih dari BRI Regional Office Yogyakarta. Pria asal Klaten itu memperoleh fasilitas KPP dari BRI berupa pinjaman modal senilai Rp5 miliar dengan bunga cicilan hanya 6 persen.
Menurutnya, angka tersebut sangat ringan dan menjadi keuntungan besar bagi pelaku usaha.
"Jujur saja secara bunga itu sangat ringan sekali. Sangat terbantu. Setau saya dengan bunga senilai itu dibanding pinjaman yang umum selisih banyak. Misal biasa itu 12 persen, ini ketemunya hanya 6 persen," kata Dwi.
"Bunganya rendah sekali. Kalau buat orang usaha sangat membantu," sambungnya.
Menariknya, Dwi mengaku tidak mengetahui alasan bagaimana dirinya bisa dipilih oleh BRI sebagai penerima program tersebut. Ia bahkan sempat tidak menyangka juga karena informasinya cukup mendadak.
"Terus terang tidak terduga. Maksud saya, ini benar atau enggak. Dadakan kayak gitu. Prosesnya cepat dan gampang sekali. Saya tidak menduga kalau benar serius terjadi," ungkap pria 54 tahun itu.
Baca Juga: Sosok Muhammad Taqi: Wasit Laga Timnas Indonesia vs Oman yang Penuh Kontroversi?
Menurutnya, BRI kemungkinan memilih dirinya karena hubungan bisnis kedua pihak yang sudah terjalin sejak lama. Kemudian, semasa memiliki pinjaman, dirinya juga tidak pernah bermasalah atau menunggak.
"Saya sendiri nggak tahu ya. Mungkin itu kebijakan BRI Klaten. Nggak tau kok yang dipilih saya. Saya mungkin hanya salah satu nasabah dari Klaten. Secara detailnya saya tidak tahu," kata Dwi.
Di sisi lain, toko bangunan milik Dwi juga terus berkembang, dengan memiliki tiga toko dan satu gudang yang besar di Klaten, yang dikenal dengan nama TB Bersinar Jaya dan TB Dwi Jaya.
Saat ini, dirinya juga menjadi penyuplai bahan-bahan bangunan untuk puluhan developer perumahan subdisi di wilayahnya.
"BRI itu saya kira punya penilian sendiri. Kayak track record karena kami punya hubungan sudah lama sekali, sudah puluhan tahun," ujar Dwi.
"Sejak saat itu, pernah ajukan kredit piutang juga, tapi angsuran apa saya tertib tidak pernah ada masalah. Mungkin itu salah atu penilaian juga. Usaha saya juga secara keberlanjutan secara grafik naik," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Sosok Muhammad Taqi: Wasit Laga Timnas Indonesia vs Oman yang Penuh Kontroversi?
-
Cuci Gudang, Persija Jakarta Sudah Lepas 7 Pemain Jelang Musim 2026/2027
-
Cerita Mantan Pelatih NAC Breda Nikmati Musim Perdana di Liga Indonesia
-
Cerita Minuman Herbal KWT Mentari yang Jadi Jamuan di Pesta Pernikahan Anak Jokowi
-
Dulu Bolak-balik Pakai Motor, Petani Desa Poncosari Kini Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun