- Dwi Sudarmadi menerima bantuan permodalan Kredit Program Perumahan dari BRI sebesar Rp5 miliar di Bantul, Juli 2026.
- Program pemerintah ini memberikan bunga rendah sebesar 6 persen untuk membantu pelaku UMKM sektor perumahan berkembang.
- Pemilik toko bangunan asal Klaten tersebut terpilih karena memiliki rekam jejak bisnis yang baik dan tertib.
Kebersamaan dengan BRI Terjalin Sejak Lama
Dwi membuka usaha toko bangunan sejak 2005. Dirinya akhirnya mewujudkan cita-cita memiliki toko tersebut setelah lima tahun menabung selama menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan.
Namun, kebersamaannya dengan BRI dimulai dari 2010, ketika perputaran uang bisnisnya tidak stabil lantaran terkena musibah, yakni tertipu sebesar Rp500 juta yang membuatnya sempat stres.
"Itu sejarahnya di Toko Kemalang. Karena saya megang produknya Arwana, saya mendistribusikan. Tapi kan banyak truk besar dan truk pasir. Saya akhirnya buka cabang di Klaten," kata Dwi.
"Baru satu tahun ngisi-ngisi barang, saya ketipu Rp500 juta. Menurut saya itu besar sekali, sekitar 2010. Ada masalah kasus tertipu itu. Perputaran uang terganggu, jujur stres," lanjutnya.
"Akhirnya ketemu orang BRI, masuk di BRI, gelontorkan pinjaman. Kayaknya Rp500 juta itu pinjaamnya. Saya agak lupa ya," tuturnya menambahkan.
Sejak saat itu, toko usaha milik Dwi kembali bangkit dan hubungan dengan BRI terus terjalin sampai sekarang. Saat ini, BRI turut memfasilitasi pembayaran QRIS dan EDC (Electronic Data Capture) di ketiga cabang toko bangunan miliknya.
Ayusha Rizkyana selaku kasir di cabang TB Bersinar Jaya mengaku adanya QRIS dan EDC tersebut memudahkan pembeli ketika membayar. Kemudian, dirinya juga lebih mudah dalam melakukan pembukuan karena tercatat dalam riwayat transaksi.
"Tiap hari dipakai. Pembeli sering pakai QRIS malahan. Kalau tunai sedikit. Belanja Rp3 ribu gitu pakai QRIS kok. Tapi tidak masalah, tidak apa-apa, karena di sini tidak ada minimal order," ujar Ayusha.
Baca Juga: Sosok Muhammad Taqi: Wasit Laga Timnas Indonesia vs Oman yang Penuh Kontroversi?
"Ada QRIS jadi lebih mudah, meringankan beban kasir. Sebelum ada QRIS kalau ngitung manual capek. Risiko uang palsu, terus kalau nyelip. Soalnya kalau ngitung kan banyak. Dulu-dulu biasanya setoran di atas Rp50 juta, itu manual ngitung sendiri. Sekarang kan sudah pakai QRIS, EDC, transfer. Jadi lebih enak," imbuhnya.
Kerja sama toko bangunan milik Dwi Sudarmadi dengan BRI tak berhenti di sini. Ke depan, pemilik toko bangunan asal Klaten itu juga berencana memanfaatkan layanan lain dari BRI untuk mendukung perkembangan usahanya.
Salah satunya terkait pembayaran gaji karyawan. Jika selama ini proses payroll masih dilakukan secara manual, ke depan sistem tersebut akan dialihkan melalui BRI.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan usaha yang terus dilakukan Dwi untuk membantu pengelolaan bisnisnya menjadi lebih tertata.
Toko Bangunan Milik Dwi Sudarmadi Diharapkan Naik Kelas
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menjelaskan bahwa KPP menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memperkuat ekosistem perumahan nasional, sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku usaha yang bergerak di sektor tersebut.
Menurut Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait, program ini tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga menjadi upaya agar usaha rakyat dapat berkembang dan naik kelas.
Oleh karena itu, dengan perbantuan modal hingga Rp5 miliar, diharapkan bisa membuat usaha rakyat seperti toko bahan bangunan milik Dwi Sudarmadi untuk bisa semakin berkembang lagi.
"Ketika sektor perumahan bergerak, ekonomi rakyat ikut bergerak. Tukang bangunan bekerja, toko material berkembang, UMKM tumbuh, dan lapangan kerja tercipta. Karena itu KPP harus menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat," kata Ara.
"Kami ingin sektor perumahan menjadi penggerak ekonomi rakyat. Jika usaha rakyat berkembang, lapangan kerja bertambah, dan kesejahteraan meningkat, maka manfaat program ini akan dirasakan langsung oleh masyarakat," lanjutnya.
Pada acara penyaluran KPP di Bantul tersebut, BRI berhasil mencatatkan rekor penyaluran KPP tertinggi dengan nilai serapan mencapai Rp332,5 miliar kepada 966 nasabah dalam satu kegiatan.
Per 25 Mei 2026, BRI juga menjadi bank dengan penyalur KPP terbesar secara nasional dengan realisasi mencapai Rp9,21 triliun atau setara 54,6 persen dari total realisasi nasional.
Berita Terkait
-
Sosok Muhammad Taqi: Wasit Laga Timnas Indonesia vs Oman yang Penuh Kontroversi?
-
Cuci Gudang, Persija Jakarta Sudah Lepas 7 Pemain Jelang Musim 2026/2027
-
Cerita Mantan Pelatih NAC Breda Nikmati Musim Perdana di Liga Indonesia
-
Cerita Minuman Herbal KWT Mentari yang Jadi Jamuan di Pesta Pernikahan Anak Jokowi
-
Dulu Bolak-balik Pakai Motor, Petani Desa Poncosari Kini Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun