- Nilai tukar rupiah menguat 0,72 persen ke level Rp 18.058 per dolar AS pada penutupan perdagangan hari Selasa.
- Bank Indonesia menaikkan suku bunga menjadi 5,5 persen yang menjadi faktor pendukung utama penguatan mata uang rupiah tersebut.
- Meredanya ketegangan politik di Timur Tengah serta koreksi dolar AS turut mendorong penguatan rupiah dan berbagai mata uang Asia.
Suara.com - Nilai tukar rupiah berotot pada penutupan perdagangan sore ini terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda naik usai Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga menjadi 5,5 persen.
Mengacu pada data kompilasi pasar spot Bloomberg, rupiah menguat ke level Rp 18.058 per dolar AS atau naik 129 poin atau setara 0,72 persen.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah menguat dikarenakan meredanya tensi politik di Timur Tengah.
"Walau memang perkembangan eksternal juga sangat positif, sentimen risk on, meredanya ketegangan di Timur Tengah , menurunya harga minyak mentah dunia, koreksi pada dolar AS," katanya saat dihubungi Suara.com, Selasa (9/6/2026).
Menurut Lukman, penguatan rupiah juga didukung oleh keputusan BI yang tiba-tiba menaikkan suku bunga menjadi 5,5 persen.
"Namun kenaikan ini memberikan dukungan yang paling besar terhadap rupiah hari ini," katanya.
Sebagai informasi, mayoritas mata uang Asia menguat, won Korea Selatan berada satu level di bawah rupiah setelah melesat 0,42 persen. Lalu ada ringgit Malaysia yang terangkat 0,28 persen, dan peso Filipina ditutup menanjak 0,22 persen.
Diikuti, yuan China terkerek 0,16 persen. Berikutnya, rupee India terapresiasi 0,13 persen serta dolar Singapura naik 0,12 persen dan, dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,003 persen.
Berikut daftar mata uang lain yang menguat:
Baca Juga: Harga Kedelai Mahal Gegara Rupiah Melemah, Pemerintah Beri Subsidi Rp2.000
- Won Korea Selatan menguat 0,42 persen
- Ringgit Malaysia naik 0,28 persen
- Peso Filipina menguat 0,22 persen
- Yuan China naik 0,16 persen
- Rupee India terapresiasi 0,13 persen
- Dolar Singapura menguat 0,12 persen
- Dolar Hong Kong naik tipis 0,003 persen
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda
-
Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya
-
Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak
-
Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah
-
Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle
-
Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur
-
Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan
-
Bebas Eksplorasi Aroma, Begini Cara Baru Menemukan Parfum yang Cocok