- Bawang merah melonjak 10,33%, tertinggi di antara komoditas pangan.
- Bawang putih naik 9,74%, cabai rawit merah tembus Rp78.600/kg.
- Kenaikan BBM non-subsidi mulai menekan harga pangan dan daya beli.
Suara.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026 mulai memicu efek domino terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat. Sejumlah komoditas pangan strategis tercatat mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan, bahkan menembus kenaikan lebih dari 10 persen dalam sehari.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia menunjukkan bahwa bawang merah menjadi komoditas dengan kenaikan harga tertinggi. Hingga pukul 10.40 WIB, harga bawang merah ukuran sedang mencapai Rp57.650 per kilogram, melonjak 10,33 persen atau naik Rp5.400 per kilogram dibandingkan hari sebelumnya.
Tak hanya bawang merah, bawang putih ukuran sedang juga mengalami kenaikan tajam. Harga komoditas tersebut naik 9,74 persen menjadi Rp42.250 per kilogram atau bertambah Rp3.750 per kilogram.
Kenaikan harga pangan ini muncul di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap dampak lonjakan harga BBM non-subsidi, terutama Pertamax dan Pertamax Green 95. Meningkatnya biaya distribusi dan transportasi dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong harga kebutuhan pokok bergerak naik.
Di kelompok beras, hampir seluruh jenis mengalami kenaikan harga. Beras kualitas bawah I tercatat naik 5,14 persen menjadi Rp15.350 per kilogram, sementara beras kualitas bawah II meningkat 2,42 persen menjadi Rp14.800 per kilogram.
Untuk beras kualitas medium I, harga naik 1,23 persen menjadi Rp16.400 per kilogram. Adapun beras kualitas medium II relatif stabil di level Rp16.050 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas super I dan super II masing-masing naik menjadi Rp17.550 per kilogram dan Rp17.050 per kilogram.
Tekanan harga juga terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai rawit hijau melonjak 6,14 persen menjadi Rp59.600 per kilogram. Sedangkan cabai rawit merah naik 5,65 persen menjadi Rp78.600 per kilogram, menjadikannya salah satu komoditas pangan termahal saat ini.
Di sisi lain, harga cabai merah besar naik tipis menjadi Rp63.850 per kilogram. Hanya cabai merah keriting yang mencatat penurunan sebesar 1,14 persen ke level Rp60.450 per kilogram.
Meski sejumlah bahan pangan mengalami lonjakan harga, tidak semua komoditas bergerak naik. Harga daging ayam ras segar justru turun cukup dalam sebesar 7,7 persen menjadi Rp35.350 per kilogram. Telur ayam ras segar juga terkoreksi 0,99 persen menjadi Rp30.050 per kilogram.
Baca Juga: BBM Naik-Rupiah Jebol, Warga: Sekarang Belanja Cuma Dapat Sayur dan Bumbu-bumbuan Saja!
Sementara itu, harga daging sapi masih menunjukkan tren kenaikan. Daging sapi kualitas I naik tipis menjadi Rp149.000 per kilogram, sedangkan kualitas II meningkat menjadi Rp142.450 per kilogram.
Pada kelompok bahan kebutuhan lainnya, gula pasir premium naik 1,48 persen menjadi Rp20.550 per kilogram dan gula pasir lokal meningkat 0,52 persen menjadi Rp19.250 per kilogram.
Untuk minyak goreng, pergerakan harga cenderung bervariasi. Minyak goreng curah turun tipis menjadi Rp20.650 per kilogram. Namun minyak goreng kemasan bermerek I dan II masing-masing naik menjadi Rp24.350 per kilogram dan Rp23.600 per kilogram.
Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan ini berpotensi menambah tekanan terhadap daya beli masyarakat yang sebelumnya sudah menghadapi kenaikan biaya transportasi akibat penyesuaian harga BBM non-subsidi. Jika tren ini berlanjut, inflasi pangan diperkirakan kembali menjadi salah satu tantangan utama perekonomian domestik pada pertengahan tahun 2026.
Asal tahu saja PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga sejumlah produk BBM non-subsidi mulai 10 Juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya naik Rp3.950 per liter menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter.
Kenaikan yang lebih tinggi terjadi pada Pertamax Green 95. Produk BBM ramah lingkungan tersebut kini dibanderol Rp17.000 per liter, naik Rp4.100 per liter dari harga sebelumnya Rp12.900 per liter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda
-
Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya
-
Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak
-
Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah
-
Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle
-
Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur