- Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan kesepakatan IEU-CEPA akan membuka akses pasar Uni Eropa bagi produk Indonesia mulai tahun depan.
- Implementasi perjanjian dagang tersebut memberikan tarif masuk kompetitif bagi produk ekspor nasional serta mendukung daya saing pelaku usaha.
- Pemerintah menargetkan perluasan pasar global melalui penyelesaian berbagai perjanjian perdagangan strategis untuk menjaga pertumbuhan kinerja ekspor nasional.
Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan memastikan akses produk Indonesia ke pasar Uni Eropa akan semakin terbuka setelah Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) berhasil disepakati.
Menurut Busan, perjanjian dagang tersebut diharapkan mulai berlaku pada awal tahun depan sehingga berbagai produk ekspor Indonesia dapat menikmati tarif masuk yang jauh lebih kompetitif.
"Dengan Uni Eropa kita sudah menandatangani perjanjian ya, IEU-CEPA. Nanti mudah-mudahan awal tahun depan sudah berjalan, banyak produk kita yang 0 persen ke sana," kata Busan dalam acara Campuspreneur di Institut Pertanian Bogor (IPB) yang disiarkan melalui YouTube Kemendag, Jumat (12/6/2026).
Ia menilai kesepakatan tersebut menjadi peluang besar bagi pelaku usaha nasional, termasuk UMKM dan mahasiswa yang ingin terjun ke pasar ekspor.
Menurutnya, tugas pemerintah tidak hanya membantu promosi produk di luar negeri, tetapi juga membuka akses pasar melalui berbagai perjanjian perdagangan internasional.
"Jadi ini kesempatan Adik-Adik, kita menyiapkan pasar buat Adik-Adik semua supaya mudah masuk pasar," ujarnya.
Busan menjelaskan setiap negara pada dasarnya berupaya melindungi industri domestiknya dari produk asing. Karena itu, diperlukan perundingan dan kerja sama perdagangan agar hambatan tarif maupun non-tarif dapat dikurangi.
"Karena orang jualan itu tidak hanya promosi saja, tapi orang jualan itu harus membuka akses pasar yang ada di negara sana. Semua negara ingin melindungi industrinya dari pasar asing," katanya.
Oleh sebab itu, pemerintah terus mempercepat penyelesaian berbagai perjanjian dagang dengan sejumlah negara dan kawasan ekonomi dunia.
Baca Juga: Hampir 30 Tahun Negosiasi, Perjanjian Dagang RI-AS Tak Kunjung Rampung
"Salah satu cara yang kita lakukan adalah bagaimana kita membuka pasar dengan perjanjian dagang," ucap Budi.
Selain IEU-CEPA, Indonesia juga berhasil menyelesaikan sejumlah perundingan perdagangan strategis lainnya dalam setahun terakhir.
"Tahun ini sudah selesai Indonesia-Kanada CEPA, I-EU CEPA, kemudian ART, kemudian EAEU, kemudian dengan Peru sudah selesai. Kemudian yang terakhir dengan Tunisia juga udah selesai," kata dia.
Budi menyebut pemerintah saat ini telah memiliki 20 perjanjian dagang yang sudah diimplementasikan. Selain itu, terdapat sejumlah kesepakatan lain yang masih menunggu proses ratifikasi maupun negosiasi lanjutan.
"Kita sudah mempunyai 20 perjanjian dagang yang sudah implementasi. Yang 15-nya sekarang tinggal ratifikasi, yang 11 proses negosiasi," tuturnya.
Ia berharap semakin banyaknya perjanjian dagang yang dimiliki Indonesia dapat mempermudah produk nasional menembus pasar global sekaligus meningkatkan daya saing ekspor.
Busan menyebut, pembukaan akses pasar menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan ekspor nasional di tengah kondisi perdagangan dunia yang masih penuh tantangan.
Sebelumnya, Budi mengungkapkan kinerja ekspor Indonesia pada periode Januari-April 2026 masih tumbuh positif dan neraca perdagangan terus mencatatkan surplus meski dunia tengah menghadapi ketidakpastian akibat perang dagang dan konflik geopolitik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian