Bisnis / Keuangan
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:01 WIB
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menegaskan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap sulfur impor masih sangat tinggi, terutama dari negara-negara di kawasan Teluk Persia. Foto ist.
Baca 10 detik
  • KIPG 2026 hasilkan manfaat finansial Rp68 miliar dan value creation Rp154 miliar.
  • Partisipasi inovasi karyawan naik jadi 98%, tertinggi dalam sejarah KIPG.
  • Sebanyak 1.799 gugus inovasi ikut dorong efisiensi dan daya saing perusahaan.

Suara.com - Budaya inovasi yang dibangun selama empat dekade menjadi salah satu motor penggerak kinerja bisnis Petrokimia Gresik. Melalui Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) 2026, perusahaan anggota holding Pupuk Indonesia ini mencatat penciptaan nilai (value creation) mencapai Rp154 miliar, dengan manfaat finansial langsung (direct financial benefit) sebesar Rp68 miliar.

Tahun ini menjadi momen spesial bagi Petrokimia Gresik karena KIPG memasuki usia ke-40 tahun. Selama perjalanan tersebut, ajang inovasi internal ini telah melahirkan berbagai terobosan yang berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi, produktivitas, keandalan operasional hingga penguatan peran perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan keberlanjutan KIPG selama empat dekade menjadi bukti kuat komitmen perusahaan dalam membangun budaya inovasi yang berkelanjutan.

"Budaya inovasi di Petrokimia Gresik terus tumbuh dan berkembang secara positif. Besarnya keterlibatan karyawan dalam inovasi menjadi cerminan bahwa semangat untuk berpikir kreatif, melakukan perbaikan, dan berkontribusi telah menjadi bagian dari budaya kerja di Petrokimia Gresik," ujar Daconi saat membuka KIPG 2026 di Gresik, Kamis (11/6).

Tingginya semangat inovasi di lingkungan perusahaan tercermin dari meningkatnya partisipasi karyawan. Jika pada 2024 tingkat keterlibatan karyawan dalam inovasi mencapai 95%, angka tersebut naik menjadi 97% pada 2025 dan kembali meningkat menjadi 98% pada KIPG 2026.

Tak hanya karyawan di level operasional, partisipasi inovasi juga melibatkan pejabat Band I dan Band II. Kondisi ini menunjukkan dukungan yang kuat terhadap budaya inovasi dari seluruh lapisan organisasi.

Menurut Daconi, inovasi yang lahir dari insan perusahaan tidak sekadar menghasilkan ide baru, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kinerja perusahaan.

Ia menegaskan bahwa inovasi menjadi elemen penting dalam mendukung tugas perusahaan sebagai penyalur pupuk bersubsidi guna mewujudkan target swasembada pangan nasional.

"Kontribusi ini membuktikan bahwa setiap gagasan dapat berkembang menjadi solusi yang memberikan dampak signifikan bagi kinerja dan daya saing perusahaan," katanya.

Baca Juga: Harga BBM Sudah Mau Negara Maju, Pendapatan Masih Negara Berkembang

Pada KIPG 2026, sebanyak 1.799 gugus inovasi ambil bagian. Mengusung tema "Driving Efficiency, Creating Value", konvensi ini menjadi wadah bagi karyawan untuk menghadirkan solusi yang mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan.

Dalam kesempatan tersebut, manajemen juga memberikan penghargaan kepada para inovator terbaik yang dinilai berhasil menghasilkan berbagai terobosan strategis untuk mendukung operasional perusahaan.

Daconi menegaskan bahwa perjalanan 40 tahun KIPG membuktikan kemajuan perusahaan lahir dari keberanian untuk berubah dan komitmen melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Menurutnya, inovasi harus berjalan seiring dengan operational excellence agar perusahaan mampu menghadapi tantangan bisnis yang semakin dinamis. Dengan fondasi budaya inovasi yang semakin kuat dan keterlibatan karyawan yang terus meningkat, Petrokimia Gresik optimistis dapat terus menciptakan terobosan yang memberikan manfaat jangka panjang sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di masa depan.

Load More