- KIPG 2026 hasilkan manfaat finansial Rp68 miliar dan value creation Rp154 miliar.
- Partisipasi inovasi karyawan naik jadi 98%, tertinggi dalam sejarah KIPG.
- Sebanyak 1.799 gugus inovasi ikut dorong efisiensi dan daya saing perusahaan.
Suara.com - Budaya inovasi yang dibangun selama empat dekade menjadi salah satu motor penggerak kinerja bisnis Petrokimia Gresik. Melalui Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) 2026, perusahaan anggota holding Pupuk Indonesia ini mencatat penciptaan nilai (value creation) mencapai Rp154 miliar, dengan manfaat finansial langsung (direct financial benefit) sebesar Rp68 miliar.
Tahun ini menjadi momen spesial bagi Petrokimia Gresik karena KIPG memasuki usia ke-40 tahun. Selama perjalanan tersebut, ajang inovasi internal ini telah melahirkan berbagai terobosan yang berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi, produktivitas, keandalan operasional hingga penguatan peran perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan keberlanjutan KIPG selama empat dekade menjadi bukti kuat komitmen perusahaan dalam membangun budaya inovasi yang berkelanjutan.
"Budaya inovasi di Petrokimia Gresik terus tumbuh dan berkembang secara positif. Besarnya keterlibatan karyawan dalam inovasi menjadi cerminan bahwa semangat untuk berpikir kreatif, melakukan perbaikan, dan berkontribusi telah menjadi bagian dari budaya kerja di Petrokimia Gresik," ujar Daconi saat membuka KIPG 2026 di Gresik, Kamis (11/6).
Tingginya semangat inovasi di lingkungan perusahaan tercermin dari meningkatnya partisipasi karyawan. Jika pada 2024 tingkat keterlibatan karyawan dalam inovasi mencapai 95%, angka tersebut naik menjadi 97% pada 2025 dan kembali meningkat menjadi 98% pada KIPG 2026.
Tak hanya karyawan di level operasional, partisipasi inovasi juga melibatkan pejabat Band I dan Band II. Kondisi ini menunjukkan dukungan yang kuat terhadap budaya inovasi dari seluruh lapisan organisasi.
Menurut Daconi, inovasi yang lahir dari insan perusahaan tidak sekadar menghasilkan ide baru, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kinerja perusahaan.
Ia menegaskan bahwa inovasi menjadi elemen penting dalam mendukung tugas perusahaan sebagai penyalur pupuk bersubsidi guna mewujudkan target swasembada pangan nasional.
"Kontribusi ini membuktikan bahwa setiap gagasan dapat berkembang menjadi solusi yang memberikan dampak signifikan bagi kinerja dan daya saing perusahaan," katanya.
Baca Juga: Harga BBM Sudah Mau Negara Maju, Pendapatan Masih Negara Berkembang
Pada KIPG 2026, sebanyak 1.799 gugus inovasi ambil bagian. Mengusung tema "Driving Efficiency, Creating Value", konvensi ini menjadi wadah bagi karyawan untuk menghadirkan solusi yang mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan.
Dalam kesempatan tersebut, manajemen juga memberikan penghargaan kepada para inovator terbaik yang dinilai berhasil menghasilkan berbagai terobosan strategis untuk mendukung operasional perusahaan.
Daconi menegaskan bahwa perjalanan 40 tahun KIPG membuktikan kemajuan perusahaan lahir dari keberanian untuk berubah dan komitmen melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
Menurutnya, inovasi harus berjalan seiring dengan operational excellence agar perusahaan mampu menghadapi tantangan bisnis yang semakin dinamis. Dengan fondasi budaya inovasi yang semakin kuat dan keterlibatan karyawan yang terus meningkat, Petrokimia Gresik optimistis dapat terus menciptakan terobosan yang memberikan manfaat jangka panjang sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Sempat Bersitegang Soal Jam Pelayanan, Kasus Senam Puskesmas Patrol Berakhir Damai
-
Hasto PDIP Beberkan Syarat Mutlak Bos BI Baru, Jago Moneter dan Anti Intervensi
-
Strawberry Latte Makeup, Tren Riasan Hangat dengan Sentuhan Berry yang Lagi Naik Daun
-
Mengapa Transportasi Umum Adalah Jawaban Buat Bumi Kita
-
BNN Sumut Bongkar Sebuah Rumah di Helvetia, Total 8 Kg Sabu Disita
-
Tangkap Begal Dapat Rp50 Juta, Wamendagri Wanti-wanti Dedi Mulyadi Soal Koridor Hukum
-
Healing Murah Meriah: Keliling Jakarta Naik Transum
-
Eks Direktur Pelindo Korupsi Pengadaan Kapal Divonis 5 Tahun Penjara
-
Are You Afraid of the Dark? Ketika Ambisi Berubah Jadi Konspirasi Mematikan
-
Sequis Life Dorong Masyarakat Mengevaluasi Kebutuhan Perlindungan