Bisnis / Ekopol
Minggu, 14 Juni 2026 | 20:37 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. (Suara.com/Bagas)
Baca 10 detik
  • Bank Indonesia dan China sepakat menggunakan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan pada 11 Juni 2026 di Shanghai.
  • Perjanjian tersebut mencakup perluasan Local Currency Transaction ke Hong Kong untuk meningkatkan penggunaan Rupiah di pasar internasional.
  • Integrasi sistem QRIS lintas negara mempermudah transaksi UMKM Indonesia-China tanpa bergantung pada mata uang Dolar Amerika Serikat.

Strategi Dedolarisasi dan Stabilitas Rupiah

Langkah yang diambil Bank Indonesia ini dipandang sebagai bentuk nyata dari strategi dedolarisasi atau pengurangan ketergantungan terhadap Dolar AS.

Dasco memaparkan data yang cukup signifikan mengenai volume perdagangan antara Indonesia dan China, untuk menunjukkan betapa besarnya potensi penguatan Rupiah melalui skema ini.

Bagi Dasco, dengan disepakati perjanjian antara Bank Indonesia dengan People’s Bank of China, maka transaksi ekspor maupun impor Indonesia dengan China yang pada 2025 mencapai USD154,5 miliar bisa menggunakan LCT. 

Besarnya nilai transaksi tersebut memberikan gambaran bahwa jika sebagian besar perdagangan beralih menggunakan mata uang lokal, maka tekanan terhadap cadangan devisa Dollar Indonesia akan berkurang drastis.

Hal inilah yang menjadi faktor utama mengapa tren nilai tukar Rupiah terus menunjukkan grafik yang menggembirakan.

"Ini adalah usaha serius guna mengurangi ketergantungan terhadap Dolar AS dalam perdagangan. Termasuk penggunaan QRIS lintas negara Indonesia-China. Bagi BI, ini adalah usaha untuk memperkuat Rupiah," kata dia.

Load More