- Nilai tukar rupiah menguat 128 poin ke level Rp17.860 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 12 Juni 2026.
- Penguatan rupiah didorong oleh demonstrasi kondusif, rencana kenaikan suku bunga Bank Indonesia, serta sentimen perdamaian AS-Iran.
- Kondisi ini sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang turut menguat di tengah optimisme pasar global saat ini.
Suara.com - Rupiah makin perkasa melawan dolar Amerika Serikat pada perdagangan Jumat sore, (12/6/2026) dan semakin menjauhi level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Beberapa faktor disebut berpengaruh atas menguatnya nilai tukar rupiah, mulai dari demonstrasi yang berlangsung kondusif, rencana kebijakan Bank Indonesia hingga pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait potensi perdamaian di Timur Tengah.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp 17.860 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 128 poin atau 0,71 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang ada di Rp 17.988 per dolar AS.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah menguat dengan adanya sentimen positif pernyataan Trump yang akan berdamai dengan Iran.
"Rupiah ditutup menguat cukup tajam ke level Rp17.860 terhadap dolar AS di tengah sentimen risk on di pasar global maupun domestik oleh harapan tercapainya perdamaian AS-Iran," katanya saat dihubungi Suara.com.
Kata dia, penguatan ini didukung dengan aksi demo yang tidak anarkis. Terlebih rencana Bank Indonesia (BI) berencana menaikkan BI Rate bisa memberikan sentimen positif pada dolar rupiah.
"Demo yang hingga saat ini masih kondusif juga mendukung rupiah. Rupiah untuk minggu depan diperkirakan masih berpotensi menguat, kecuali apabila ada perubahan drastis pada harapan damai tersebut. BI juga diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga minggu depan," jelasnya.
Sementara itu, mayoritas pergerakan mata uang di Asia menguat. Di mana, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah ditutup melonjak 0,93 persen.
Selanjutnya ada won Korea Selatan yang terkerek 0,68 persen dan rupee India naik 0,35 persen. Disusul, yuan China yang terangkat 0,17 persen. Berikutnya, ringgit Malaysia yang menanjak 0,16 persen dan dolar Hong Kong terapresiasi 0,01 persen. Lalu, baht Thailand menguat tipis 0,003 persen.
Sementara itu, yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,22 persen. Kemudian, dolar Singapura yang turun 0,08 persen dan dolar Taiwan melemah tipis 0,02 persen terhadap the greenback.
Baca Juga: Rupiah Menguat Berkat Keberanian Pemerintah Naikkan Harga Pertamax
Berita Terkait
-
Pengamat Sentil Menhub soal Wacana Kenaikan Tarif Pesawat: Mau Langgar Aturan?
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Merosot ke Level Rp17.928
-
Ironi Rupiah Rp18.000: Turis Malaysia Borong Barang, Warga Lokal Menjerit
-
Segera Lepas Dolar Anda! Dasco Wanti-wanti Agar Tak Rugi Minggu Depan
-
Dasco: Rupiah Menguat Pekan Depan, Publik Segera Jual Dolar AS Kalau Tak Mau Rugi
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Harga BBM Naik, Purbaya Pede Tak Semua Warga Pindah ke Pertalite
-
Sinyal Cuan Piala Dunia 2026: 7 Saham Indonesia yang Berpotensi Cetak Gol untuk Investor
-
Rupiah Letoy, Warga RI Ramai-ramai Borong Valas dan Khawatir Ekonomi Memburuk
-
Terbitkan Obligasi USD 1,5 Milar, Danantara Spill Siapa Pembelinya
-
Tak Hanya Saham, Kripto Mulai Jadi Koleksi Warga RI untuk Investasi
-
Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting
-
Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?
-
Marketeers Tech for Business 2026: Jurus Baru Digital Marketing di Era AI
-
Listrik Sejumlah Wilayah Jawa Padam, Mas Bahlil Bilang Masalahnya di PLN
-
Gegara Bau Asap, Perokok Mulai Berbondong-bondong Gunakan Vape