- Bank Indonesia dan otoritas moneter China menandatangani kesepakatan penggunaan mata uang lokal untuk perdagangan di Shanghai, 11 Juni 2026.
- Kerja sama LCT ini memungkinkan transaksi ekspor-impor Indonesia dengan China dan Hong Kong menggunakan Rupiah serta Renminbi secara langsung.
- BI dan PBOC mengimplementasikan QRIS lintas batas guna mempermudah transaksi ritel serta mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap Dolar.
Suara.com - Upaya memperkokoh kedaulatan mata uang Garuda di tengah ketidakpastian ekonomi global terus menunjukkan hasil yang signifikan. Langkah strategis Bank Indonesia (BI) dalam menekan ketergantungan terhadap Dolar Amerika Serikat melalui kerja sama internasional mendapatkan dukungan penuh dari parlemen.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad secara terbuka memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan terbaru Bank Indonesia, yang dinilai sangat konkret dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
Apresiasi ini berkaitan dengan penguatan kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) dan perluasan mekanisme Local Currency Transaction (LCT) yang kini mencakup wilayah ekonomi strategis, yaitu China Daratan dan Hong Kong.
Kesepakatan besar ini ditandatangani langsung oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, bersama Gubernur People’s Bank of China (PBOC), Pan Gongsheng, di Shanghai pada 11 Juni 2026. Langkah ini dipandang sebagai tonggak sejarah baru dalam hubungan dagang kedua negara.
"Dalam kesepakatan itu, Indonesia, China daratan dan Hong Kong bisa bertransaksi memakai Rupiah atau Yuan tanpa harus bergantung pada DOlar AS," kata Dasco, Minggu (14/6/2026).
Memperluas Ekosistem Rupiah ke Hong Kong
Salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini adalah, perluasan cakupan Memorandum of Understanding (MoU) tentang LCT yang kini secara resmi menggandeng Hong Kong.
Keterlibatan Eddie Yue, Chief Executive Hong Kong Monetary Authority (HKMA), dalam penandatanganan ini menandakan bahwa arus modal dan perdagangan dari pusat keuangan Asia tersebut kini memiliki jalur khusus menggunakan mata uang lokal.
Bagi Indonesia, China dan Hong Kong adalah mitra dagang yang sangat vital. Dengan adanya jalur LCT, para eksportir dan importir tidak perlu lagi mengonversi mata uang mereka ke Dollar AS terlebih dahulu, yang selama ini sering menyebabkan biaya transaksi membengkak akibat selisih kurs dan ketergantungan pada kebijakan moneter Amerika.
Baca Juga: Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS
Dasco mengungkapkan, dengan disepakati perjanjian antara Bank Indonesia dengan People’s Bank of China maka transaksi export-import Indonesia dengan China yang pada 2025 mencapai USD154,5 miliar bisa menggunakan LCT. Yaitu rupiah dengan remimbi tanpa bergantung lagi dengan dollar Amerika Serikat.
Angka transaksi yang mencapai lebih dari 154 miliar Dollar AS tersebut menggambarkan betapa besarnya potensi tekanan yang bisa dikurangi dari permintaan Dollar AS di pasar domestik.
Jika sebagian besar transaksi tersebut beralih ke Rupiah dan Renminbi, maka stabilitas nilai tukar akan jauh lebih terjaga dari guncangan eksternal.
Digitalisasi Transaksi: QRIS Lintas Batas RI-China
Tidak hanya berhenti pada transaksi perdagangan skala besar atau wholesale, kerja sama ini juga menyentuh level ritel dan UMKM melalui teknologi pembayaran digital.
Bank Indonesia dan PBOC sepakat mengimplementasikan QRIS lintas batas antara Indonesia dengan China.
Berita Terkait
-
Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS
-
Elegi Hujan Bulan Juni: Merawat Tabah di Tengah Badai Rupiah yang Tiarap
-
Purbaya Mau ke China & Inggris Minggu Depan demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah
-
Demonstrasi Mahasiswa Bikin Rupiah Kembali Menguat
-
Rupiah Letoy, Warga RI Ramai-ramai Borong Valas dan Khawatir Ekonomi Memburuk
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga