- BP kembali jual bensin, antrean kendaraan mulai terlihat.
- Shell masih kosong bensin, hanya jual V-Power Diesel.
- Vivo belum normal, Revvo 92 masih belum tersedia.
Suara.com - Setelah sempat dihantam kelangkaan pasokan dan lonjakan harga BBM non-subsidi, sejumlah SPBU swasta mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Namun, kondisi di lapangan masih belum merata. Di saat SPBU BP kembali menjual bensin dan dipadati kendaraan, beberapa SPBU Shell dan Vivo masih mengalami keterbatasan stok.
Pantauan Suara.com pada Kamis (18/6/2026) menunjukkan SPBU BP di kawasan Minangkabau Barat, Setiabudi, Jakarta Selatan, telah kembali melayani penjualan BBM jenis bensin. Sejumlah pengendara, terutama sepeda motor, terlihat mengantre untuk mengisi bahan bakar.
Pada papan informasi harga, BP menawarkan BBM jenis BP 92 seharga Rp12.930 per liter, BP Ultimate Rp17.240 per liter, serta BP Ultimate Diesel Rp25.060 per liter.
Kondisi ini menjadi angin segar setelah sebelumnya jaringan SPBU swasta mengalami gangguan pasokan. Bahkan saat harga BBM non-subsidi melonjak pada 10 Juni lalu, stok bensin di SPBU BP tersebut sempat kosong. Kelangkaan itu disebut-sebut telah berlangsung jauh sebelum penyesuaian harga dilakukan.
Namun pemulihan belum sepenuhnya terjadi di seluruh jaringan SPBU swasta. Di SPBU Shell yang berlokasi di Jalan Prof. DR. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, bensin masih belum tersedia. Saat pemantauan dilakukan, hanya produk V-Power Diesel yang dijual dengan harga Rp24.490 per liter.
Minimnya pasokan membuat aktivitas pengisian BBM di SPBU tersebut nyaris tidak terlihat. Situasi serupa juga terjadi di SPBU Vivo di Jalan Letjen M.T. Haryono, Tebet. Akses masuk dan keluar SPBU masih ditutup menggunakan pagar barikade merah-putih.
Seorang petugas Vivo mengatakan operasional SPBU akan kembali dibuka pada pukul 14.00 WIB. Berdasarkan papan informasi yang terpasang, produk yang tersedia hanya Revvo 95 dengan harga Rp17.240 per liter dan Primus Diesel Plus Rp25.060 per liter. Sementara Revvo 92 masih belum tersedia untuk konsumen.
Fenomena ini menunjukkan pasokan BBM swasta mulai pulih secara bertahap setelah sempat terguncang oleh lonjakan harga dan distribusi yang tersendat. Meski demikian, belum meratanya ketersediaan bensin di berbagai SPBU mengindikasikan rantai pasok BBM non-subsidi masih dalam proses normalisasi.
Baca Juga: BP Taskin Dinilai Cuma Bagi-Bagi Jabatan, Celios Usulkan Dilebur ke Kementerian
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Guru Biologi Madrasah Didorong Kuasai Pembelajaran Berbasis Riset
-
Profil Tim Danaskos Wasit Timnas Indonesia vs Vietnam, Akun IG Digembok
-
Beli Mobil Mitsubishi di GIIAS 2026, Ada Promo Bunga 0 Persen dan DP Ringan
-
RTV Cari 'The Next Star' Lewat Rajawali Junior League 2026, Ada Ismed Sofyan Juga Lho!
-
Ramalan Keberuntungan Shio Babi Agustus 2026: Ada Peluang Cuan, Tapi Pantang Lakukan Hal Ini!
-
Jelang Muktamar ke-35, Gus Ipul Sebut 501 Cabang dan Wilayah NU Telah Masuk Daftar Peserta Sementara
-
AION UT Black Resmi Melantai di GIIAS 2026 Sebagai Pilihan Mobil Listrik Bergaya Elegan
-
4 Pameran di JIExpo Hadirkan Tren Beauty, Kesehatan, hingga Tekstil Terbaru
-
Sengketa HGB di STC, Dewan Cek Ruko yang Disegel Pemkot Pekanbaru
-
JKIND Rayakan Eksistensi 25 Tahun dalam Industri Kaca Film di Pameran GIIAS 2026