Suara.com - Pengamat energi, Feiral Rizky Batubara menilai keberhasilan PT Pertamina (Persero) kembali masuk dalam daftar Fortune Southeast 500 harus jadi pelecut semangat sekaligus pengingat atas besarnya tanggung jawab perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Menurut Feiral, capaian tersebut menunjukkan Pertamina tidak hanya mampu bersaing di tingkat global, tetapi juga semakin dituntut untuk memperkuat perannya sebagai tulang punggung penyediaan energi bagi masyarakat Indonesia.
“Hal terpenting yang perlu dilakukan Pertamina adalah untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas energi yang akan digunakan baik oleh masyarakat maupun pelaku industri. Ini adalah fokus utama untuk Pertamina," katanya di Jakarta.
Menurutnya, posisi Pertamina sebagai perusahaan energi milik negara memiliki peran yang berbeda dibandingkan perusahaan migas global lainnya. Di satu sisi, kata dia, Pertamina dituntut menghasilkan keuntungan dan menjaga kesehatan bisnis. Namun di sisi lainnya, Pertamina memikul mandat strategis untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia, terjangkau, dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Feiral menilai, tantangan sektor energi ke depan akan semakin kompleks seiring meningkatnya kebutuhan energi domestik, dinamika geopolitik global, hingga percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih.
Dalam kondisi tersebut, Feiral menilai Pertamina perlu terus memperkuat kapasitas operasional dan investasinya agar mampu menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan ketahanan energi nasional.
Ia menjelaskan skala bisnis yang semakin besar harus diikuti dengan peningkatan efisiensi, penguatan tata kelola, serta keberanian melakukan transformasi di berbagai lini usaha.
“Dengan demikian, Pertamina dapat mempertahankan daya saingnya di tingkat global sekaligus memenuhi mandat strategis yang diberikan negara. Status sebagai perusahaan yang masuk dalam jajaran Fortune Global 500 harus dianggap sebagai posisi di garis start. Sehingga, Pertamina harus terus terpacu untuk berinovasi, bertransformasi, meningkatkan kualitas layanan, memperkuat ketahanan energi nasional, dan mendukung target pembangunan ekonomi Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Feiral menegaskan keberhasilan Pertamina menembus jajaran perusahaan terbesar dunia turut mencerminkan potensi besar yang dimiliki Indonesia dalam sektor energi. Oleh karena itu, capaian tersebut perlu dijadikan modal untuk memperkuat kepercayaan investor, memperluas kerja sama strategis, serta mempercepat pengembangan berbagai proyek energi yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Baca Juga: Pertamina Bagikan Pengalaman Penggunaan Teknologi Digital dan AI untuk Ciptakan Nilai Bisnis
“Dengan posisi yang semakin diperhitungkan di tingkat global, Pertamina harus terus menjaga kinerja positifnya sekaligus menjadi lokomotif dalam mewujudkan ketahanan energi yang kuat, berkelanjutan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang,” katanya. ***
Berita Terkait
-
Pertamina Bagikan Pengalaman Penggunaan Teknologi Digital dan AI untuk Ciptakan Nilai Bisnis
-
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
-
Wujud Swasembada Energi, Komisaris Pertamina Apresiasi Program TJSL Uma Palak Lestari di Denpasar
-
Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali
-
Gandeng Petani Tebu, Pertamina NRE Siap Capai Swasembada Energi Nasional
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Cek Rincian Lengkap untuk Semua Ukuran
-
Industri AI Perbankan Kian Diminati, 96 Persen Perusahaan Siap Beri Gaji Lebih Tinggi
-
Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik
-
Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!