- YLKI desak PLN evaluasi total pemadaman listrik berulang.
- Tuntut kompensasi otomatis bagi konsumen terdampak listrik.
- Minta Presiden Prabowo turun tangan atasi krisis kelistrikan.
Suara.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak PT PLN (Persero) (PLN) untuk bertanggung jawab atas kembali terjadinya pemadaman listrik di sejumlah wilayah, termasuk di Pulau Jawa dalam beberapa waktu terakhir. Menurut YLKI, gangguan yang berulang ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam sistem ketenagalistrikan nasional yang tidak bisa lagi dianggap sebagai insiden teknis biasa.
Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo, menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar publik yang menopang aktivitas vital masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, layanan publik, hingga kegiatan ekonomi. Karena itu, setiap gangguan pasokan listrik dinilai langsung berdampak pada kualitas hidup dan kepastian hak konsumen.
“Pemadaman yang berulang menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh, baik dari sisi keandalan pembangkit, jaringan distribusi, manajemen risiko, hingga tata kelola pelayanan,” ujar Rio, Senin (22/6/2026).
YLKI juga menyoroti kewajiban kompensasi bagi konsumen terdampak sebagaimana diatur dalam Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2025. Menurut mereka, hak kompensasi seharusnya diberikan secara otomatis dan transparan tanpa harus menunggu pengaduan dari masyarakat.
“Konsumen tidak boleh terus menanggung kerugian akibat lemahnya sistem. Kompensasi harus diberikan otomatis,” tegasnya.
Lebih jauh, YLKI meminta agar Presiden Prabowo Subianto turut turun tangan memastikan ketahanan energi nasional menjadi prioritas strategis. Negara, kata YLKI, tidak boleh hanya hadir saat krisis terjadi, tetapi juga harus mencegahnya melalui kebijakan yang kuat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Dapat Perlindungan Hukum Khusus dari Danantara
-
Rupiah Kembali Melemah Meski BI-Rate Naik 100 bps, Pakar Ungkap Penyebabnya
-
Harga Emas Pegadaian: Antam Detaki Rp2,8 Juta per Gram, Disusul UBS dan Galeri24
-
Perundingan Damai AS-Iran Alot, Harga Minyak Dunia Naik Kembali ke USD80
-
IHSG Menghijau di Senin Pagi, Cek Saham yang Cuan
-
Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen
-
Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.668.000/Gram
-
Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir
-
IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan
-
Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound