- I Love Emas resmi membuka outlet perdana di Solo Paragon Lifestyle Mall untuk memperluas jangkauan layanan jual beli logam mulia.
- Ekspansi strategis ini bertujuan memfasilitasi masyarakat Solo Raya mengakses layanan penjualan emas profesional dengan harga pasar yang transparan.
- Perusahaan menggunakan teknologi pengujian non-destruktif untuk menilai berbagai jenis emas serta logam mulia lainnya secara akurat dan terbuka.
Suara.com - Perusahaan pembelian emas dan logam mulia I Love Emas resmi membuka outlet pertamanya di Kota Solo yang berlokasi di Solo Paragon Mall, Lantai 1.
Kehadiran cabang baru ini menjadi bagian dari ekspansi perusahaan ke wilayah Jawa Tengah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan jual beli emas yang profesional dan transparan.
Pembukaan outlet di Solo menandai langkah strategis perusahaan dalam menjangkau masyarakat di kawasan Surakarta dan sekitarnya yang selama ini dinilai masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan pembelian emas dengan standar penilaian yang terbuka dan berbasis teknologi.
Deputy Director I Love Emas, Siti Annisa Rahma, mengatakan kehadiran outlet baru tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin menjual emas maupun logam mulia dengan proses yang transparan dan harga yang mengikuti kondisi pasar.
"Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan nilai yang sesuai atas aset emas yang dimiliki melalui proses yang profesional, akurat, dan terbuka," ujarnya dalam keterangan resmi.
Menurut Annisa, Solo dipilih karena memiliki potensi pasar yang besar. Selain dikenal sebagai pusat ekonomi dan budaya di Jawa Tengah, masyarakat di wilayah Solo Raya juga memiliki tradisi kepemilikan emas yang cukup kuat, baik dalam bentuk perhiasan maupun logam mulia untuk investasi.
Kehadiran outlet baru ini juga ditujukan untuk melayani masyarakat dari sejumlah daerah penyangga seperti Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri.
Dalam operasionalnya, I Love Emas mengedepankan tiga layanan utama, yakni penawaran harga yang mengikuti harga pasar, penerimaan emas dalam berbagai kondisi, serta pelayanan yang mengutamakan transparansi.
Perusahaan menyatakan menerima berbagai jenis emas dan logam mulia, termasuk perhiasan yang rusak, patah, tanpa surat, maupun logam mulia dengan berat kecil. Penilaian dilakukan berdasarkan kadar kemurnian dan berat aktual menggunakan teknologi pengujian non-destruktif yang tidak merusak barang.
Baca Juga: Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.668.000/Gram
Selain emas, perusahaan juga melayani pembelian sejumlah logam mulia lainnya seperti perak, platinum, palladium, rhodium, berlian, dan beberapa jenis logam bernilai tinggi lainnya.
Untuk memberikan rasa aman kepada pelanggan, seluruh proses verifikasi dan penetapan harga dilakukan secara terbuka di hadapan pemilik barang. Dengan demikian, pelanggan dapat mengetahui secara langsung hasil pengukuran kadar maupun berat logam yang dijual.
Pembukaan outlet Solo juga menambah jaringan nasional perusahaan yang telah hadir di berbagai kota besar di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi perusahaan untuk memperluas layanan pembelian emas formal di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi pasar tinggi.
Melalui kehadiran cabang baru tersebut, I Love Emas berharap masyarakat Solo dan sekitarnya dapat memperoleh alternatif layanan penjualan emas yang lebih mudah dijangkau, transparan, dan kompetitif sesuai dengan perkembangan harga pasar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026