- IHSG melemah 99,13 poin atau 1,62 persen ke level 6.002 pada perdagangan sesi pertama Rabu, 24 Juni 2026.
- Koreksi mendalam terjadi karena tekanan jual masif pada sektor bahan baku, energi, serta berbagai saham komoditas unggulan.
- Meskipun indeks terkoreksi, beberapa saham seperti SCMA dan EMTK tetap mencatatkan penguatan signifikan di tengah transaksi pasar.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru ambrol hingga perdagangan sesi I, Rabu, 24 Juni 2026. IHSG ditutup melemah 99,13 poin atau 1,62 persen ke level 6.002.
Data Phintraco Sekuritas menunjukkan tekanan jual masih mendominasi perdagangan. Bahkan IHSG sempat menyentuh level terendah harian di 5.993 sebelum memangkas sebagian pelemahannya.
Pelemahan IHSG terjadi di tengah mayoritas sektor yang bergerak di zona merah. Sektor bahan baku atau basic materials menjadi sektor dengan koreksi terdalam, disusul sektor energi dan infrastruktur.
Saham-saham komoditas juga menjadi penghuni daftar top losers pada indeks LQ45 maupun Jakarta Islamic Index (JII).
Di LQ45, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 5,39 persen, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melemah 5,11 persen, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terkoreksi 4,77 persen.
Sementara pada JII, tekanan terbesar dialami PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang anjlok 10,16 persen, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) turun 9,26 persen, dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) melemah 6,54 persen.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah saham yang mampu mencatatkan penguatan signifikan. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) memimpin daftar top gainers LQ45 setelah melesat 12,12 persen.
Disusul PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang naik 4,59 persen dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menguat 2,65 persen.
Dari sisi aktivitas perdagangan, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi kontributor nilai transaksi terbesar pada sesi pertama perdagangan.
Baca Juga: DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu
Data Perdagangan Sesi I
- IHSG: 6.002
- Perubahan: turun 99,13 poin (-1,62 persen)
- Pembukaan: 6.128
- Tertinggi: 6.171
- Terendah: 5.993
- Nilai transaksi: Rp6,71 triliun
- Volume transaksi: 11,08 miliar saham
- Frekuensi transaksi: 1.021.759 kali
Top Value
- TPIA: Rp1.960 (-4,39 persen)
- BMRI: Rp4.020 (-2,43 persen)
- BBRI: Rp2.860 (-1,72 persen)
Top Volume
- BUMI: Rp158 (-5,39 persen)
- BNBR: Rp108 (-0,92 persen)
- LEAD: Rp109 (-8,40 persen)
Top Gainers LQ45
- SCMA: Rp222 (+12,12 persen)
- EMTK: Rp570 (+4,59 persen)
- SMGR: Rp1.550 (+2,65 persen)
Top Losers LQ45
- BUMI: Rp158 (-5,39 persen)
- CUAN: Rp650 (-5,11 persen)
- AMMN: Rp3.590 (-4,77 persen)
Top Gainers JII
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!
-
Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026
-
Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi
-
IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA
-
Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000
-
Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK
-
Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal
-
Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan
-
Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak
-
Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan