- Gojek dan Grab akan menurunkan potongan komisi ojek online menjadi 8 persen mulai 1 Juli 2026 mendatang.
- Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto guna meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi ojek online.
- Konsumen berharap penurunan komisi tersebut tidak diikuti dengan kenaikan tarif layanan yang membebani pengeluaran transportasi harian mereka.
Suara.com - Rencana penurunan potongan komisi aplikasi ojek online (ojol) menjadi 8 persen mulai 1 Juli 2026 mendapat respons positif dari kalangan konsumen. Mereka berharap kebijakan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan pengemudi tanpa diikuti kenaikan tarif yang harus dibayar pelanggan.
Sebelumnya, dua perusahaan aplikasi transportasi daring, Gojek dan Grab, menyatakan siap menerapkan komisi 8 persen untuk layanan angkutan penumpang roda dua mulai awal Juli mendatang.
Kebijakan itu merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya meminta potongan aplikator diturunkan dari 20 persen menjadi 8 persen.
Salah seorang pengguna ojol harian di Jakarta, Pratiwi (29), menyambut baik rencana tersebut. Karyawan swasta yang menggunakan layanan ojol untuk berangkat dan pulang kerja itu menilai pengemudi memang layak mendapatkan porsi pendapatan yang lebih besar.
"Kalau potongan aplikasinya berkurang, saya senang karena pendapatan driver bisa lebih baik. Mereka kan yang bekerja langsung di lapangan," kata Pratiwi kepada Suara.com, Rabu (24/6/2026).
Meski demikian, ia berharap penurunan komisi tidak berujung pada kenaikan tarif perjalanan. Menurut dia, tarif ojol saat ini sudah menjadi bagian penting dari pengeluaran transportasi bulanannya.
"Saya berharap tarif ke konsumen jangan dinaikkan. Kalau tarif naik, pengguna bisa berpikir dua kali untuk pesan ojol, terutama untuk perjalanan rutin setiap hari," ujarnya.
Harapan serupa disampaikan pengguna ojol lainnya, Dinda (28). Warga Bekasi yang hampir setiap hari menggunakan layanan ojol untuk menuju stasiun itu menilai kebijakan tersebut seharusnya menjadi momentum memperbaiki kesejahteraan mitra pengemudi tanpa membebani pelanggan.
"Menurut saya kebijakan ini bagus kalau memang tujuannya supaya penghasilan driver bertambah. Tapi jangan sampai kompensasinya malah dibebankan ke konsumen lewat kenaikan tarif," kata Dinda.
Baca Juga: Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite
Ia mengatakan tarif yang terjangkau menjadi salah satu alasan masyarakat tetap memilih layanan ojol dibandingkan moda transportasi lainnya.
"Kalau tarif tetap stabil, konsumen senang, driver juga dapat bagian lebih besar. Harapannya ada solusi yang menguntungkan kedua belah pihak," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun
-
MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?
-
Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim
-
Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg
-
Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!
-
Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!