Bisnis / Makro
Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di seberang Stasiun Palmerah, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Gojek dan Grab akan menurunkan potongan komisi ojek online menjadi 8 persen mulai 1 Juli 2026 mendatang.
  • Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto guna meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi ojek online.
  • Konsumen berharap penurunan komisi tersebut tidak diikuti dengan kenaikan tarif layanan yang membebani pengeluaran transportasi harian mereka.

Suara.com - Rencana penurunan potongan komisi aplikasi ojek online (ojol) menjadi 8 persen mulai 1 Juli 2026 mendapat respons positif dari kalangan konsumen. Mereka berharap kebijakan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan pengemudi tanpa diikuti kenaikan tarif yang harus dibayar pelanggan.

Sebelumnya, dua perusahaan aplikasi transportasi daring, Gojek dan Grab, menyatakan siap menerapkan komisi 8 persen untuk layanan angkutan penumpang roda dua mulai awal Juli mendatang.

Kebijakan itu merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya meminta potongan aplikator diturunkan dari 20 persen menjadi 8 persen.

Salah seorang pengguna ojol harian di Jakarta, Pratiwi (29), menyambut baik rencana tersebut. Karyawan swasta yang menggunakan layanan ojol untuk berangkat dan pulang kerja itu menilai pengemudi memang layak mendapatkan porsi pendapatan yang lebih besar.

Pengemudi ojek online menunggu penumpang di seberang Stasiun Palmerah, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

"Kalau potongan aplikasinya berkurang, saya senang karena pendapatan driver bisa lebih baik. Mereka kan yang bekerja langsung di lapangan," kata Pratiwi kepada Suara.com, Rabu (24/6/2026).

Meski demikian, ia berharap penurunan komisi tidak berujung pada kenaikan tarif perjalanan. Menurut dia, tarif ojol saat ini sudah menjadi bagian penting dari pengeluaran transportasi bulanannya.

"Saya berharap tarif ke konsumen jangan dinaikkan. Kalau tarif naik, pengguna bisa berpikir dua kali untuk pesan ojol, terutama untuk perjalanan rutin setiap hari," ujarnya.

Harapan serupa disampaikan pengguna ojol lainnya, Dinda (28). Warga Bekasi yang hampir setiap hari menggunakan layanan ojol untuk menuju stasiun itu menilai kebijakan tersebut seharusnya menjadi momentum memperbaiki kesejahteraan mitra pengemudi tanpa membebani pelanggan.

"Menurut saya kebijakan ini bagus kalau memang tujuannya supaya penghasilan driver bertambah. Tapi jangan sampai kompensasinya malah dibebankan ke konsumen lewat kenaikan tarif," kata Dinda.

Baca Juga: Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite

Ia mengatakan tarif yang terjangkau menjadi salah satu alasan masyarakat tetap memilih layanan ojol dibandingkan moda transportasi lainnya.

"Kalau tarif tetap stabil, konsumen senang, driver juga dapat bagian lebih besar. Harapannya ada solusi yang menguntungkan kedua belah pihak," tuturnya.

Load More