Bisnis / Makro
Minggu, 24 Mei 2026 | 17:39 WIB
Bos GoTo, Hans Patuwo menghadap ke Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. [Dok Instragram @sekretariat.kabinet].
Baca 10 detik
  • CEO GoTo, Hans Patuwo, menemui Seskab Teddy Indra Wijaya di Jakarta pada 22 Mei 2026 untuk melaporkan kebijakan komisi ojek online.
  • Pertemuan tersebut membahas strategi peningkatan kesejahteraan mitra pengemudi serta keberlanjutan ekosistem bisnis transportasi digital di seluruh wilayah Indonesia.
  • GoTo menyatakan komitmen mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya menyeimbangkan pendapatan pengemudi dengan pertumbuhan ekonomi digital nasional yang sehat.

Suara.com - CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GoTo, Hans Patuwo menghadap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk melaporkan perkembangan potongan komisi aplikator ojek online (ojol) sebesar 8 persen dari tarif perjalanan.

Mengutip akun instagram Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet, Minggu (24/2/206), pertemuan antara bos GoTo dengan Seskab Teddy berlangsung pada pada Jumat malam, 22 Mei 2026, di Kantor Sekretariat Kabinet.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan telah melakukan pertemuan
dengan CEO GoTo, Hans Patuwo. Pertemuan ini membahas banyak isus mengenai kondisi transportasi online.

"Dalam pertemuan tersebut, berbagai masukan terkait kondisi industri transportasi online, kesejahteraan driver online, hingga keberlanjutan bisnis digital di Indonesia menjadi topik utama pembahasan," tulisnya dalam akun Instagram dikutip, Minggu (24/5/2026).

CEO GoTo, Hans Patuwo, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah. Apalagi, GoTo memiliki sekitar 800 ribu hingga 1 juta pengemudi aktif yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Sementara itu, sejak pertama kali beroperasi, jumlah pengemudi yang pernah bergabung dengan platform Gojek telah mencapai sekitar 3 juta orang, baik yang masih aktif, bekerja paruh waktu, maupun yang sudah tidak lagi mengemudi," jelas Hans.

Selain itu, GoTo juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan pendapatan pengemudi online.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan para mitra driver di tengah perkembangan ekonomi digital nasional.

Pemerintah bersama pelaku usaha saat ini terus melakukan koordinasi guna mencari solusi terbaik yang berpihak kepada pengemudi online, tanpa mengabaikan keberlangsungan ekosistem bisnis transportasi digital.

Baca Juga: Pemangkasan Komisi Ojol Jadi 8% Bisa Ubah Arah Bisnis Aplikator

Upaya tersebut dinilai penting agar industri tetap tumbuh sehat sekaligus memberikan perlindungan ekonomi bagi para mitra pengemudi.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan pengemudi online harus berjalan seiring dengan keberlanjutan bisnis yang adil dan berkelanjutan.

Menurutnya, perusahaan aplikator tetap perlu memperoleh keuntungan secara wajar agar mampu terus berkembang, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Load More