- APBN 2027 fokus mendukung 8 klaster prioritas nasional.
- Pangan, energi, pendidikan, dan kesehatan jadi prioritas utama.
- Pemerintah targetkan kemiskinan turun dan ekonomi lebih kuat.
Suara.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan delapan klaster Program Prioritas Nasional yang akan menjadi fokus utama kebijakan fiskal dan arah belanja negara dalam APBN 2027. Delapan klaster tersebut disiapkan untuk mendukung target pembangunan nasional sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kebijakan fiskal tahun 2027 akan diarahkan untuk mendukung delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang terdiri atas 60 program kerja. Pemerintah juga menyiapkan kelompok pendukung (enabler) guna memastikan pelaksanaan program berjalan efektif.
Adapun delapan klaster prioritas tersebut meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur-perumahan-ketahanan bencana, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, serta penurunan kemiskinan.
Sementara itu, kelompok pendukung mencakup penguatan pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, percepatan digitalisasi, serta diplomasi ekonomi. Pemerintah menilai aspek pendukung tersebut penting untuk memperkuat efektivitas pelaksanaan berbagai program prioritas nasional.
Menurut Purbaya, APBN harus tetap dijaga dalam kondisi sehat, kredibel, dan berkelanjutan agar mampu membiayai berbagai agenda pembangunan tersebut. Karena itu, pemerintah akan terus mengoptimalkan penerimaan negara melalui reformasi dan digitalisasi perpajakan, memperluas basis penerimaan, serta memperkuat tata kelola penerimaan negara.
Di sisi lain, kualitas belanja negara juga akan terus ditingkatkan agar lebih efisien, produktif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap rupiah dalam APBN mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah berharap fokus pada delapan klaster prioritas nasional tersebut dapat menjadi fondasi bagi percepatan transformasi ekonomi Indonesia, memperkuat ketahanan nasional, serta menekan angka kemiskinan dalam beberapa tahun mendatang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya
-
LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih
-
Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau
-
Penggunaan AI untuk Promosi Jualan Online Diperketat, Begini Ketentuan Barunya
-
Kelakar Bahlil Jadi 'One Man Show' Urusi Pemadaman Listrik
-
Gegara Minyak Dunia IHSG Melesat Hampir ke Level 6.000, BBCA Naik Lagi