Bisnis / Keuangan
Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:26 WIB
IHSG melemah ke level 5.800 hari ini. [Antara]
Baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan melemah 1,72 persen ke level 5.896 pada penutupan perdagangan Jumat, 26 Juni 2026.
  • Penurunan indeks dipicu gejolak saham teknologi global akibat kekhawatiran kenaikan biaya komponen dan investasi infrastruktur kecerdasan buatan.
  • Sentimen domestik meliputi kenaikan suku bunga penjaminan LPS dan wacana pemangkasan anggaran Program Makan Bergizi Gratis pemerintah.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin tenggelam hingga akhir penutupan perdagangan, Jumat, 26 Juni 2026. IHSG melorot 102,9 poin atau 1,72 persen ke level 5.896.

Mengutip riset Philip Sekuritas, pelemahan pasar dipengaruhi gejolak pada saham sektor teknologi di Wall Street. Sementara itu, saham sektor kesehatan, keuangan, dan industri menjadi penopang penguatan indeks Dow Jones.

Tekanan terhadap saham teknologi dipicu meningkatnya kekhawatiran investor terhadap valuasi sektor tersebut, di tengah lonjakan biaya komponen seperti chip memori dan penyimpanan (storage). Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap prospek margin perusahaan-perusahaan teknologi global.

IHSG terus Anjlok . [Suara.com/Alfian Winanto]

Selain itu, investor juga masih mencermati besarnya belanja perusahaan teknologi untuk pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang dinilai berpotensi menekan profitabilitas dalam jangka pendek.

Di sisi lain, sentimen makro juga turut memengaruhi pergerakan pasar. Inflasi inti PCE Amerika Serikat tercatat naik 0,3 persen secara bulanan dan 3,4 persen secara tahunan pada Mei 2026, sesuai dengan ekspektasi pasar.

Di dalam negeri, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menaikkan tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum dan BPR masing-masing sebesar 25 basis poin pada 25 Juni 2026. Pemerintah juga mempertimbangkan pemangkasan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp50 triliun.

Sementara itu, harga minyak dunia menguat sekitar 2 persen setelah Iran dilaporkan menyerang sebuah kapal di Selat Hormuz. Kenaikan harga minyak tersebut turut menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global.

Di saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun turun ke level 4,396 persen, sedangkan harga emas naik 0,7 persen ke level US$4.029 per troy ons.

Data Perdagangan IHSG

Baca Juga: Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

  • IHSG: 5.896,13 (turun 1,72 persen)
  • Perubahan: -102,9 poin
  • Volume transaksi: 20,79 miliar saham
  • Nilai transaksi: Rp12,73 triliun
  • Kapitalisasi pasar: Rp10.324,84 triliun
  • Saham naik: 123
  • Saham turun: 562

Top Gainers

  • ARTA Rp2.660 (naik 23,15 persen)
  • STTP Rp9.975 (naik 5,28 persen)
  • ARKO Rp5.200 (naik 7,88 persen)
  • BHAT Rp2.080 (naik 20,23 persen)
  • SURE Rp3.350 (naik 9,84 persen)

Top Losers

  • DCII Rp182.000 (turun 3,70 persen)
  • EMAS Rp6.125 (turun 13,12 persen)
  • MGLV Rp7.750 (turun 9,88 persen)
  • MLPT Rp17.800 (turun 4,17 persen)
  • ADES Rp32.700 (turun 2,10 persen)

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Load More