- Ade Armando resmi diangkat menjadi komisaris PLN Nusantara Power pada hari Kamis, 3 Juli 2025 lalu.
- Penunjukan tersebut memicu kritik publik terkait kompetensi praktis Ade Armando dalam mengawasi sektor energi nasional.
- Jabatan komisaris BUMN ini memberikan berbagai fasilitas finansial berupa honorarium bulanan, tunjangan, hingga insentif kinerja tahunan.
Suara.com - Nama Ade Armando, jadi salah satu yang disorot publik setelah sebelumnya sisten pribadi Raffi Ahmad dan Ginka Febriyanti. Untuk Ade Armand sendiri didapuk jadi komisaris BUMN, PLN Nusantara Power (PLN NP) pada Kamis, 3 Juli 2025 lalu.
Penunjukan ini langsung mengundang gelombang atensi serta kritik dari masyarakat. Sebagian pihak mempertanyakan parameter kelayakan serta kompetensi praktis pegiat media sosial dalam mengawasi jalannya roda bisnis di sektor pemeliharaan dan penyediaan energi nasional tersebut.
Gaji dan Tunjangan Komisaris
Meskipun Ade Armando tidak menjabarkan secara terperinci perihal nominal kompensasi finansial yang akan diterimanya, besaran remunerasi Dewan Komisaris anak usaha BUMN umumnya merujuk pada regulasi induk perusahaan.
Berdasarkan Peraturan Menteri BUMN dan Laporan Keuangan PT PLN (Persero), honorarium anggota dewan komisaris ditetapkan sebesar 85% dari honorarium Komisaris Utama (di mana Komisaris Utama menerima 45% dari gaji Direktur Utama).
Berdasarkan formulasi dan data historis tersebut, berikut adalah estimasi hak finansial yang melekat pada posisi struktural Dewan Komisaris:
- Honorarium Bulanan: Anggota komisaris diperkirakan menerima pendapatan pokok sekitar Rp190 juta per bulan (sementara posisi Komisaris Utama berada di kisaran Rp211 juta hingga di atas Rp217 juta termasuk akumulasi komponen tunjangan).
- Tunjangan Transportasi: Fasilitas penunjang mobilitas kerja sebesar 20% dari total honorarium pokok bulanan.
- Tunjangan Hari Raya (THR): Alokasi dana keagamaan tahunan sebesar satu bulan honorarium.
- Proteksi Kesehatan: Tanggungan asuransi pengobatan penuh yang mencakup jajaran komisaris beserta pasangan dan anak.
- Tantiem (Insentif Kinerja): Bonus tahunan bernilai miliaran rupiah yang pencairannya bergantung pada realisasi performa rapor keuangan operasional perusahaan.
Rekam Jejak Karier: Dari Akademisi, Pegiat Sosial, hingga Politisi
Sebelum menduduki kursi dewan komisaris, Ade Armando dikenal luas sebagai seorang akademisi dan pemikir komunikasi. Pria kelahiran Jakarta ini menyelesaikan studi Sarjana (S1) di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1988, sebelum melanjutkan jenjang Magister (S2) di Florida State University, Amerika Serikat (lulus 1991), dan meraih gelar Doktor (S3) di Universitas Indonesia pada tahun 2006. Ade Armando terdaftar sebagai kader PSI pada April 2023.
Deretan Rekam Jejak Kontroversi di Ruang Siber
Baca Juga: SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja
Gaya komunikasi Ade Armando yang lugas dan konfrontatif di media sosial tak jarang memicu polemik besar di tengah masyarakat.
Penunjukannya sebagai pejabat korporasi BUMN secara otomatis menghidupkan kembali memori publik terhadap sejumlah pernyataan kontroversialnya:
- Pernyataan "Allah Bukan Orang Arab" (2015): Ade sempat dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang pengguna media sosial atas dugaan penistaan agama. Ade berdalih kalimatnya adalah penegasan bahwa Tuhan bukan manusia, sehingga tidak relevan jika diidentikkan dengan etnis tertentu.
- Unggahan Meme SARA (2017): Ade dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan pelanggaran UU ITE dan Pasal 156 KUHP setelah mengunggah foto tokoh Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, yang disunting menggunakan atribut topi Santa Claus menjelang perayaan Natal.
- Insiden Pengeroyokan Massa (2022): Di ranah politik, Ade menjadi korban tindak kekerasan fisik oleh kelompok massa tak dikenal saat hadir memantau jalannya aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPR RI pada 11 April 2022.
- Narasi Manfaat Menghafal Al-Quran (2025): Pada Februari 2025, pernyataan Ade kembali memicu kecaman publik setelah ia mempertanyakan urgensi dan manfaat menghafal ayat suci di era modern, dengan dalih bahwa fungsi hafalan tersebut secara teknis sudah bisa digantikan dengan mudah oleh sistem teknologi modern
Berita Terkait
-
Seluruh Hotel Milik BUMN Kini Dipegang InJourney
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Sentil Gaji Direksi, Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Isu 55.000 Buruh Kena PHK, Said Iqbal: Harga Gas Diturunkan untuk Tekan Ancaman PHK
-
Sepanjang Tahun, Bulog Tetap Menyerap Gabah dan Beras Petani Sesuai Arahan Pemerintah
-
Strava Kena Pajak PPN PMSE, Biaya Langganan Naik? Ini Daftar Harga Terbaru
-
Rebalancing MSCI: Mengapa AMMN dan DSSA Lebih Tangguh dari Saham Prajogo Pangestu?
-
Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa
-
Binus Resmikan Magister Hukum Bisnis, Fokus Perdagangan Internasional hingga Siber
-
Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia
-
Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik
-
Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin
-
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi