- IHSG melemah 0,97 persen ke level 5.838 pada perdagangan sesi pertama di Bursa Efek Indonesia, Senin, 29 Juni 2026.
- Penurunan indeks dipicu oleh tekanan sektor keuangan, infrastruktur, dan bahan baku dengan total nilai transaksi mencapai Rp3,98 triliun.
- Berbanding terbalik dengan bursa domestik, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat 45 poin ke level Rp17.860.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap melemah hingga akhir perdagangan sesi I, Senin, 29 Juni 2026. IHSG turun 57,18 poin atau 0,97 persen ke level 5.838.
Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor keuangan, membuat indeks terkoreksi hampir 1 persen.
Sepanjang perdagangan pagi, indeks sempat bergerak di rentang 5.834 hingga 5.942, setelah dibuka pada level 5.932.
Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga akhir sesi I mencapai Rp3,98 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 6,37 miliar saham yang diperdagangkan sebanyak 663.556 kali transaksi.
Tekanan terbesar datang dari sektor keuangan yang melemah 1,58 persen. Disusul sektor infrastruktur yang turun 1,23 persen dan sektor bahan baku yang terkoreksi 0,87 persen.
Di sisi lain, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang masih mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis sebesar 0,19 persen.
Dari kelompok saham unggulan LQ45, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menjadi top gainers setelah menguat 2,31 persen. Posisi berikutnya ditempati PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang naik 2,27 persen dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang menguat 1,11 persen.
Sementara itu, tekanan terbesar di indeks LQ45 berasal dari PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang anjlok 6,45 persen. Disusul PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang turun 4,61 persen dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang melemah 3,42 persen.
Dari sisi regional, pergerakan bursa Asia berlangsung bervariasi. Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 2,13 persen, Shanghai Composite naik 0,17 persen, sedangkan Nikkei 225 Jepang terkoreksi 1,11 persen.
Baca Juga: IHSG Menguat saat Bursa Global Mayoritas di Zona Merah, Rupiah Naik Tipis
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp17.860 atau menguat 45 poin dibandingkan posisi sebelumnya.
Data Perdagangan Sesi I
- IHSG: 5.838,949 (turun 57,185 poin atau 0,97 persen)
- Pembukaan: 5.932
- Tertinggi: 5.942
- Terendah: 5.834
- Nilai transaksi: Rp3,98 triliun
- Volume transaksi: 6,37 miliar saham
- Frekuensi transaksi: 663.556 kali
Top Value
- BBCA: Rp6.025 (turun 2,43 persen)
- DSSA: Rp825 (naik 1,23 persen)
- TPIA: Rp1.780 (turun 0,84 persen)
Top Volume
- BUMI: Rp141 (0,00 persen)
- EPAC: Rp75 (naik 2,74 persen)
- DSSA: Rp825 (naik 1,23 persen)
Top Gainers LQ45
- UNVR: naik 2,31 persen
- ICBP: naik 2,27 persen
- ANTM: naik 1,11 persen
Top Losers LQ45
- ESSA: turun 6,45 persen
- PGAS: turun 4,61 persen
- AMRT: turun 3,42 persen
Kinerja Sektoral
- Menguat: IDX Health naik 0,19 persen
- Melemah: IDX Finance turun 1,58 persen, IDX Infrastructures turun 1,23 persen, dan IDX Basic Materials turun 0,87 persen.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Jabatan Komisaris BUMN Disorot, Gaji Ade Armando 33 Kali Lipat UMR Jakarta
-
Isu 55.000 Buruh Kena PHK, Said Iqbal: Harga Gas Diturunkan untuk Tekan Ancaman PHK
-
Sepanjang Tahun, Bulog Tetap Menyerap Gabah dan Beras Petani Sesuai Arahan Pemerintah
-
Strava Kena Pajak PPN PMSE, Biaya Langganan Naik? Ini Daftar Harga Terbaru
-
Rebalancing MSCI: Mengapa AMMN dan DSSA Lebih Tangguh dari Saham Prajogo Pangestu?
-
Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa
-
Binus Resmikan Magister Hukum Bisnis, Fokus Perdagangan Internasional hingga Siber
-
Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia
-
Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik
-
Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin