Bisnis / Keuangan
Senin, 29 Juni 2026 | 13:10 WIB
Ilustrasi perdagangan sesi I IHSG hari ini [Ist/Antara]
Baca 10 detik
  • IHSG melemah 0,97 persen ke level 5.838 pada perdagangan sesi pertama di Bursa Efek Indonesia, Senin, 29 Juni 2026.
  • Penurunan indeks dipicu oleh tekanan sektor keuangan, infrastruktur, dan bahan baku dengan total nilai transaksi mencapai Rp3,98 triliun.
  • Berbanding terbalik dengan bursa domestik, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat 45 poin ke level Rp17.860.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap melemah hingga akhir perdagangan sesi I, Senin, 29 Juni 2026. IHSG turun 57,18 poin atau 0,97 persen ke level 5.838.

Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor keuangan, membuat indeks terkoreksi hampir 1 persen.

Sepanjang perdagangan pagi, indeks sempat bergerak di rentang 5.834 hingga 5.942, setelah dibuka pada level 5.932.

Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga akhir sesi I mencapai Rp3,98 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 6,37 miliar saham yang diperdagangkan sebanyak 663.556 kali transaksi.

Pergerakan IHSG terus melemah pada perdagangan sesi I Senin. [Antara].

Tekanan terbesar datang dari sektor keuangan yang melemah 1,58 persen. Disusul sektor infrastruktur yang turun 1,23 persen dan sektor bahan baku yang terkoreksi 0,87 persen.

Di sisi lain, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang masih mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis sebesar 0,19 persen.

Dari kelompok saham unggulan LQ45, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menjadi top gainers setelah menguat 2,31 persen. Posisi berikutnya ditempati PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang naik 2,27 persen dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang menguat 1,11 persen.

Sementara itu, tekanan terbesar di indeks LQ45 berasal dari PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang anjlok 6,45 persen. Disusul PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang turun 4,61 persen dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang melemah 3,42 persen.

Dari sisi regional, pergerakan bursa Asia berlangsung bervariasi. Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 2,13 persen, Shanghai Composite naik 0,17 persen, sedangkan Nikkei 225 Jepang terkoreksi 1,11 persen.

Baca Juga: IHSG Menguat saat Bursa Global Mayoritas di Zona Merah, Rupiah Naik Tipis

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp17.860 atau menguat 45 poin dibandingkan posisi sebelumnya.

Data Perdagangan Sesi I

  • IHSG: 5.838,949 (turun 57,185 poin atau 0,97 persen)
  • Pembukaan: 5.932
  • Tertinggi: 5.942
  • Terendah: 5.834
  • Nilai transaksi: Rp3,98 triliun
  • Volume transaksi: 6,37 miliar saham
  • Frekuensi transaksi: 663.556 kali

Top Value

  • BBCA: Rp6.025 (turun 2,43 persen)
  • DSSA: Rp825 (naik 1,23 persen)
  • TPIA: Rp1.780 (turun 0,84 persen)

Top Volume

  • BUMI: Rp141 (0,00 persen)
  • EPAC: Rp75 (naik 2,74 persen)
  • DSSA: Rp825 (naik 1,23 persen)

Top Gainers LQ45

  • UNVR: naik 2,31 persen
  • ICBP: naik 2,27 persen
  • ANTM: naik 1,11 persen

Top Losers LQ45

  • ESSA: turun 6,45 persen
  • PGAS: turun 4,61 persen
  • AMRT: turun 3,42 persen

Kinerja Sektoral

  • Menguat: IDX Health naik 0,19 persen
  • Melemah: IDX Finance turun 1,58 persen, IDX Infrastructures turun 1,23 persen, dan IDX Basic Materials turun 0,87 persen.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Load More