- Harga minyak dunia stabil setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati penghentian konfrontasi militer di kawasan Teluk Senin ini.
- Produsen Timur Tengah tetap menjalankan aktivitas ekspor minyak dan gas melalui terminal Ras Tanura meski ada kendala teknis.
- Kesepakatan kedua negara tersebut meredakan kekhawatiran pasar global terkait stabilitas pasokan energi serta pengelolaan Selat Hormuz di masa depan.
Suara.com - Pergerakan harga minyak mentah dunia terpantau bergerak stabil pada perdagangan hari Senin. Kondisi kondusif ini tercipta setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan untuk menghentikan konfrontasi bersenjata di kawasan Teluk.
Langkah taktis tersebut diambil bersamaan dengan komitmen produsen Timur Tengah yang tetap melanjutkan aktivitas pemuatan minyak mentah dan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) ke kapal tanker, meskipun sempat dibayangi insiden serangan maritim terbaru.
Selain gencatan senjata, kedua negara adidaya tersebut setuju untuk membuka kembali ruang dialog mengenai pengelolaan Selat Hormuz.
Kesepakatan ini mengembuskan angin segar di kalangan pelaku pasar global serta menghidupkan kembali harapan untuk menyelamatkan perjanjian damai interim, yang sempat terancam runtuh akibat aksi saling serang selama beberapa hari terakhir.
Hingga pukul 08:03 GMT, kontrak berjangka minyak mentah jenis Brent menguat tipis 4 sen ke level US$ 72,03 per barel. Sementara itu, varian minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS mencatatkan kenaikan sebesar 44 sen atau sekitar 0,6 persen ke posisi US$ 69,67 per barel.
Kendati harga mulai mendatar, sejumlah lembaga finansial mengingatkan bahwa potensi volatilitas masih tetap ada di pasar komoditas energi.
"Masih banyak risiko yang membayangi pasar minyak. Meski demikian, para pelaku pasar tampaknya mulai fokus pada apa arti pemulihan arus minyak yang berkelanjutan bagi keseimbangan pasokan global," tulis tim analis dari ING dalam catatan resminya, Senin (29/6/2026).
Pihak ING juga menilai sikap tenang pasar saat ini tergolong tidak biasa dan tetap menyimpan risiko lonjakan harga yang signifikan apabila proses pemulihan pasokan berjalan lebih lambat dari perkiraan.
Sebagai catatan, harga minyak mentah Brent sempat anjlok hingga 10,6 persen pada pekan lalu—menandai penurunan mingguan ketiga secara berturut-turut.
Baca Juga: Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
Pelemahan tajam tersebut terjadi setelah volume pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz melonjak ke level tertinggi sejak konflik bersenjata antara AS-Israel dan Iran meletus pada akhir Februari lalu.
Aramco Tetap Operasikan Terminal Ekspor Ras Tanura
Berdasarkan data pelacakan kapal tanker, para produsen energi di Timur Tengah tetap agresif melakukan pemuatan komoditas ekspor mereka.
Raksasa minyak milik pemerintah Arab Saudi, Saudi Aramco, dilaporkan telah mengaktifkan kembali proses pemuatan minyak mentah di terminal Ras Tanura yang terletak di sebelah barat Selat Hormuz sejak hari Jumat lalu, pasca-dihentikan total selama hampir empat bulan.
Aktivitas logistik di terminal raksasa tersebut dipastikan tetap berjalan normal meskipun sempat didera insiden kecelakaan internal.
Pada hari Minggu kemarin, sebuah helikopter operasional milik perusahaan dilaporkan jatuh di kawasan Ras Tanura dan menewaskan 14 warga negara setempat. Hingga saat ini, otoritas terkait masih melakukan investigasi mendalam dan belum merilis penyebab pasti dari jatuhnya helikopter tersebut.
Berita Terkait
-
Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS
-
Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Perdamaian Iran - AS Terancam Batal Total
-
Anak Buah Donald Trump: Iran dan AS Akan Hentikan Serangan Sementara Waktu
-
Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik
-
Harga Minyak Dunia Turun Drastis Meski AS-Iran Gagal Gencatan Senjata
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?
-
Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh
-
Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya
-
Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK
-
DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus
-
Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI
-
Putusan KPPU Denda 97 Pinjol Harus Batal, Dinilai Lampaui Kewenangan
-
Cara Bahlil Turunkan Harga LNG, Semua Pihak Dipaksa Efisiensi
-
Kisah 11 Tahun TUKU, Gaet UMKM dan Petani Lokal hingga Hadapi Berbagai Tantangan
-
Harga Gas Industri Turun untuk Cegah PHK, Bahlil: Instruksi Presiden Prabowo