- Bappenas menyatakan bahwa praktik bisnis berkelanjutan kini menjadi strategi utama perusahaan untuk meningkatkan daya saing ekonomi global.
- Pemerintah dan pelaku usaha berkolaborasi dalam forum Asia B Corp Summit 2026 untuk mengimplementasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
- Danone Indonesia mengintegrasikan prinsip keberlanjutan melalui strategi Danone Impact Journey guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Suara.com - Praktik bisnis berkelanjutan kini dinilai bukan lagi sekadar bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), melainkan telah menjadi strategi utama untuk meningkatkan daya saing di tengah perubahan ekonomi global.
Head of National SDGs Secretariat sekaligus Deputi Bidang Pembangunan Berkelanjutan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, mengatakan dunia usaha memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Menurut dia, Implementasinya berlandaskan empat prinsip utama: universal, terintegrasi, No One Left Behind, dan kolaborasi yang kuat.
"SDGs akan tercapai apabila pemerintah, dunia usaha, filantropi, akademisi, masyarakat sipil, dan media bergerak bersama dalam satu arah: menciptakan nilai ekonomi sekaligus memperkuat kualitas hidup, lingkungan, dan tata kelola," ujar Pungkas dalam Site Visit Asia B Corp Summit 2026 seperti dikutip, Selasa (30/6/2027).
Sementara itu, Ketua Umum APINDO, Shinta W.Kamdani, menilai keberlanjutan kini menjadi salah satu faktor yang menentukan daya saing perusahaan di Indonesia.
"Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi fondasi penting untuk mempercepat adopsi praktik bisnis yang bertanggung jawab sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," beber Shinta.
Sebagai perusahaan yang telah memperoleh sertifikasi B Corp di seluruh lini bisnisnya, Danone Indonesia mengaku terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke seluruh rantai nilai melalui strategi Danone Impact Journey yang berfokus pada aspek kesehatan, lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.
CEO Danone Indonesia, Laurent Boissier, mengatakan sertifikasi B Corp bukanlah tujuan akhir perusahaan.
"Kami percaya bahwa tantangan keberlanjutan tidak dapat diselesaikan sendiri. Karena itu, kami berharap forum ini dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dan menginspirasi semakin banyak perusahaan untuk menjadikan bisnis sebagai kekuatan yang membawa perubahan positif bagi Indonesia," pungkasnya.
Baca Juga: Kisah 11 Tahun TUKU, Gaet UMKM dan Petani Lokal hingga Hadapi Berbagai Tantangan
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Asosiasi Ecommerce Masih Tunggu Keputusan Tertulis soal Pajak Toko Online
-
Uang Pensiun Dipotong PPh 21, JHT Masih Kena Pajak? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
KLH Luncurkan SRUK di 9 Juli, Garap Potensi Ekonomi Perdagangan Karbon
-
Nikmati Belanja Lebih Hemat di Blibli Lewat Deretan Promo Spesial BRIDAY
-
Korelasi Pidato Prabowo dengan IHSG, Isu Gorengan atau Fakta?
-
CEO Talks di Universitas Andalas, Pegadaian Ajak Mahasiswa "Beli Masa Depan dengan Harga Hari Ini
-
Purbaya Sentil BPKP soal Audit 10 Perusahaan Sawit Diduga Manipulasi Ekspor CPO
-
Purbaya Jamin Lahan Hibah Meikarta 30 Hektare Tak Bebani APBN Saat Dikelola Danantara
-
Purbaya Akhirnya Bebaskan Pajak JHT ke 1,64 Juta Pensiunan Usai Diprotes
-
Rupiah Terpuruk! Kembali Dekati Level 18.000 per Dolar AS.