Bisnis / Keuangan
Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:01 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan sepatu Flavio Boston di Cakung, Jakarta, Kamis (11/9/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • 60% anak muda terkendala modal untuk memulai usaha.
  • 41% generasi muda bingung memulai bisnis.
  • Prudential Syariah beri modal dan pendampingan wirausaha.

Suara.com - Keinginan generasi muda untuk terjun ke dunia usaha masih terbentur persoalan klasik. Berdasarkan hasil survei, sekitar 60% anak muda mengaku belum memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnis, sementara 41% lainnya masih bingung menentukan langkah awal untuk berwirausaha.

Kondisi tersebut menjadi tantangan di tengah besarnya peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Sektor UMKM diketahui menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sekaligus menyerap sekitar 97% tenaga kerja.

Melihat kondisi tersebut, PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al-Azhar meluncurkan program pemberdayaan SIGAP (Satu Inspirasi Generasi Berdampak) serta Satu Social Space di kawasan Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta.

Program ini dirancang untuk membantu generasi muda mengatasi hambatan dalam membangun usaha, mulai dari keterbatasan modal hingga minimnya pengetahuan mengenai pengelolaan bisnis.

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, mengatakan perlindungan tidak hanya diwujudkan melalui produk asuransi, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi yang mampu menciptakan masa depan lebih baik bagi masyarakat.

"Ketika seorang anak muda memiliki keterampilan, modal, dan jaringan, ia tidak hanya menjadi mandiri untuk dirinya sendiri, ia menjadi penopang bagi keluarganya, inspirasi bagi komunitasnya, dan kontributor bagi ekonomi bangsanya," ujar Vivin dalam keterangannya.

Melalui program SIGAP, peserta terpilih, baik dari masyarakat umum maupun alumni santri Rumah Gemilang Indonesia (RGI), akan memperoleh pelatihan manajemen keuangan, literasi dan inklusi keuangan syariah, bantuan modal usaha, pelatihan kewirausahaan, hingga pendampingan bisnis selama dua tahun.

Pendampingan tersebut juga disertai monitoring berkelanjutan dari LAZ Al-Azhar dan Prudential Syariah agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan. Selain aspek bisnis, peserta juga dibekali nilai-nilai akhlakul karimah sebagai landasan dalam menjalankan usaha.

Bersamaan dengan itu, Prudential Syariah juga meresmikan Satu Social Space, sebuah pusat aktivitas komunitas yang berfungsi sebagai ruang kolaborasi lintas generasi.

Baca Juga: Dari Pendiri Bisnis Menjadi Angel Investor, Perjalanan Venjii Hernando Mendukung Wirausaha Lokal

Fasilitas tersebut tidak hanya menjadi tempat edukasi literasi keuangan syariah, tetapi juga menyediakan ruang kerja bagi pekerja lepas, area promosi produk UMKM, ruang diskusi gratis, hingga layanan konsultasi keuangan bersama tenaga ahli Prudential Syariah.

Menurut Vivin, kolaborasi dengan LAZ Al-Azhar akan terus diperluas agar model pemberdayaan tersebut dapat diterapkan di berbagai daerah sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang inklusif.

Program SIGAP dan Satu Social Space merupakan bagian dari kampanye Satu Yang Melindungi yang dijalankan Prudential Syariah sepanjang 2026. Melalui kampanye tersebut, perusahaan ingin memperluas akses perlindungan sekaligus meningkatkan literasi keuangan syariah di masyarakat.

Sepanjang 2025, Prudential Syariah mencatat lebih dari 1 juta masyarakat telah menerima manfaat dari berbagai program literasi dan inklusi keuangan syariah yang dijalankan bersama organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, dan komunitas.

Load More