- PT Bank JTrust Indonesia Tbk mengangkat Raja Pardede sebagai direktur baru dalam RUPST 2026 di Jakarta.
- Keputusan RUPST resmi mengakhiri masa jabatan R Djoko Prayitno sebagai direktur perseroan mulai tahun 2026 ini.
- Perusahaan memperpanjang masa jabatan Dewan Komisaris menjadi empat tahun untuk memperkuat fungsi pengawasan dan tata kelola.
Suara.com - PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) merombak jajaran direksi dalam dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 .
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pengangkatan Raja Pardede sebagai Direktur Perseroan.
Pengangkatan tersebut akan berlaku efektif setelah Raja Pardede dinyatakan lulus uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain mengangkat direktur baru, RUPST juga menyetujui berakhirnya masa jabatan R Djoko Prayitno sebagai Direktur Perseroan.
Direktur Utama J Trust Bank, Ritsuo Fukadai, mengatakan RUPST merupakan forum tertinggi perusahaan untuk memperoleh persetujuan pemegang saham atas pengelolaan bank, termasuk evaluasi terhadap kinerja Direksi dan pelaksanaan fungsi pengawasan Dewan Komisaris.
Menurutnya, penyelenggaraan RUPST juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga transparansi kepada investor sekaligus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
Perubahan susunan pengurus tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus memperkuat kapasitas manajemen dalam menghadapi kebutuhan bisnis, tata kelola, transformasi, dan pengelolaan risiko di masa mendatang.
Selain perubahan direksi, RUPST juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan terkait masa jabatan anggota Dewan Komisaris dari tiga tahun menjadi empat tahun. Perubahan ini bertujuan memperkuat kesinambungan fungsi pengawasan Dewan Komisaris dalam mengawal implementasi strategi bisnis dan pengelolaan risiko secara berkelanjutan.
Sepanjang 2025, J Trust Bank menghadapi tekanan industri dan kondisi makroekonomi yang berdampak terhadap kinerja keuangan. Di tengah kondisi tersebut, perseroan memilih menjalankan strategi bisnis secara lebih selektif dengan berfokus pada penguatan fundamental, kualitas portofolio, pengendalian internal, serta manajemen risiko.
Baca Juga: Prabowo Mau 'Copot' Ratusan Direksi dan Komisaris BUMN di Tengah Isu Rangkap Jabatan
“Bagi kami, pertumbuhan yang sehat harus dibangun secara prudent agar mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Fukadai seperti dikutip, Selasa (30/6/2026).
Perseroan juga melanjutkan komitmennya dalam pengembangan keuangan berkelanjutan melalui pembiayaan hijau, program konservasi lingkungan, serta kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Ke depan, J Trust Bank akan terus menjalankan agenda perbaikan dengan mengedepankan disiplin eksekusi, efisiensi, serta tata kelola dan manajemen risiko yang sehat.
"Dukungan pemegang saham, regulator, nasabah, dan karyawan menjadi modal penting bagi J Trust Bank untuk melanjutkan agenda perbaikan. Ke depan, kami akan menjaga disiplin eksekusi, memperkuat efisiensi, dan memastikan pertumbuhan bisnis tetap berada dalam koridor tata kelola serta manajemen risiko yang sehat," pungkas Fukadai.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Insentif Mobil Listrik Tak Kunjung Jelas, Kemenperin Khawatir Penjualan Tertahan
-
Target Swasembada Garam 2027 Dinilai Sulit Tercapai Tanpa Reformasi Impor
-
BUMN Logistik Baru Mulai Terbentuk, Merger dari 7 Perusahan
-
Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya
-
Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia
-
Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?
-
Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026
-
Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan
-
Status Pasar Modal RI Tak 'Digantung' MSCI, OJK Tegaskan Tetap Emerging Market
-
Bukan Karena Pidato Prabowo, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok