- Kolaborasi BI dan ShopeePay di KKM & DIGIMAFEST 2026 mendorong percepatan transformasi ekonomi digital dan digitalisasi UMKM.
- Adopsi pembayaran digital meningkat, ditandai pengguna aktif QRIS ShopeePay di Kediri tumbuh lebih dari 70%.
- Literasi dan keamanan digital diperkuat melalui edukasi transaksi aman, inovasi QRIS, serta sistem perlindungan berlapis bagi pengguna.
Sesi tersebut mengangkat pentingnya literasi keuangan serta pelindungan konsumen di tengah meningkatnya adopsi layanan keuangan digital.
Di sisi lain, dukungan terhadap digitalisasi UMKM juga diwujudkan melalui berbagai inovasi pembayaran, termasuk QRIS Tap berbasis NFC dan QRIS Antarnegara (cross-border QRIS).
Inovasi tersebut membantu pelaku usaha menjangkau lebih banyak pelanggan, meningkatkan efisiensi operasional, serta mempermudah pencatatan transaksi.
Selain memperluas akses pembayaran digital, perusahaan juga terus memperkuat edukasi mengenai keamanan transaksi.
Melalui sesi edukasi selama acara berlangsung, masyarakat diajak mengenali berbagai modus kejahatan digital seperti phishing, social engineering, penyalahgunaan OTP, hingga modus layanan pelanggan palsu.
Peserta juga memperoleh panduan soal pentingnya menjaga kerahasiaan PIN dan OTP serta langkah cepat yang perlu dilakukan jika akun diduga mengalami penyalahgunaan.
Komitmen tersebut didukung penerapan sistem keamanan berlapis, mulai dari enkripsi data, proses Know Your Customer/Merchant (KYC/M), Fraud Detection System (FDS), pembaruan data pengguna secara berkala, pemantauan Anti-Money Laundering (AML), hingga patroli siber rutin guna membantu mencegah berbagai aktivitas ilegal, termasuk transaksi yang berkaitan dengan judi online.
Perlindungan pengguna juga diperkuat melalui audit keamanan berkala serta penerapan autentikasi dua faktor (two-factor authentication/2FA) menggunakan One-Time Password (OTP) pada proses pembuatan dan perubahan PIN.
"Melalui kolaborasi bersama BI dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, ShopeePay menegaskan komitmennya terus menghadirkan inovasi yang memperluas akses layanan pembayaran digital, memperkuat pelindungan konsumen, serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang semakin inklusif, aman, dan berkelanjutan," tukas Eka.
Berita Terkait
-
Digitalisasi Desa Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Teknologi Buka Peluang Usaha
-
WiFi Terbaik untuk Rumah, Kos, dan UMKM, Ini Tips Memilih Internet yang Stabil
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI
-
Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga
-
Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia
-
Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan
-
Harga Emas Lokal Diprediksi Makin Merana Pekan Ini
-
Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta
-
B50 Resmi Diterapkan, Gapki Sebut Tak Ada Kendala Pasokan CPO
-
Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak
-
Musim Masuk Sekolah Bikin Ritel Bergairah, Penjualan Sepatu Meningkat
-
Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%
-
Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun