- Investor asing melakukan aksi jual saham PT Bank Central Asia Tbk sebesar Rp1,19 triliun dalam dua hari terakhir.
- Tekanan jual tersebut menyebabkan harga saham BBCA sempat anjlok signifikan pada perdagangan Senin dan Selasa pekan ini.
- Saham BBCA mulai menunjukkan tanda pemulihan pada sesi pertama Rabu dengan kenaikan harga sebesar 1,80 persen di pasar.
Suara.com - Saham emiten perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi bidikan asing untuk melakukan aksi jual dalam dua hari ini.
Tak tangung-tanggung, salah satu emiten berkapitalisasi besar itu sahamnya telah dijual asing atau nett sell hingga Rp1,19 triliun selama dua hari belakangan.
Berdasarkan data Philip Sekuritas Indonesia, Pada perdagangan Selasa (30/6/2026), investor asing membukukan net sell sebesar Rp766,36 miliar.
Seiring derasnya aksi jual tersebut, saham BBCA ditutup di level Rp5.550, anjlok 375 poin atau 6,33 persen.
Sedangkan, pada Senin (29/6/2026), investor asing juga mencatatkan net sell Rp423,63 miliar. Saat itu, saham BBCA ditutup di level Rp5.925, melemah 250 poin atau 4,05 persen.
Sementara, dalam sepekan terakhir, saham BBCA tercatat melemah 4,33 persen, sejalan dengan meningkatnya tekanan jual di pasar.
Meski demikian, pada perdagangan Rabu (1/7/2026) hingga sesi pertama, saham BBCA mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Mengutip data Stockbit, hingga sesi I, saham BBCA berada di level Rp5.675, naik 100 poin atau 1,80 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Aktivitas perdagangan juga terbilang cukup ramai. Sebanyak 614,73 ribu lot saham BBCA berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp432,06 miliar. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 16.157 kali.
Baca Juga: Tak Sampai 6.000, BBCA Diramal Hanya Bergarak Hingg level 5.900 Hari Ini
Tak Sampai Level 6.000
Sebelumnya, CGS International Sekuritas memproyeksikan BBCA belum bisa menembus level Rp6.000 hari ini.
Secara teknikal, BBCA memiliki area support pertama di Rp5.458 dan support kedua di level Rp5.367.
"Sementara itu, level pivot berada di posisi Rp5.642," tulis CGS International Sekuritaa dalam risetnya yang dikutip Rabu (1/7/2026).
Dengan pergerakan harga yang kini telah berada di atas pivot, peluang penguatan dinilai masih terbuka selama saham mampu bertahan di atas level tersebut.
Adapun target kenaikan berikutnya berada di area resistance pertama Rp5.733. Jika level tersebut berhasil ditembus, BBCA berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di kisaran Rp5.917.
Namun demikian, investor tetap perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung apabila harga kembali bergerak di bawah level pivot.
Jika tekanan jual meningkat, area support Rp5.458 hingga Rp5.367 menjadi zona penting yang patut dicermati sebagai batas penahan penurunan.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
Terkini
-
Sambut ARTJOG 2026 di Yogyakarta, BRImo Hadirkan Kemudahan Pembelian Tiket: Diskon Sampai 15%
-
Tetap Berlaku Juli, Peresmian B50 Tunggu Jadwal Prabowo
-
Mulai Hari Ini, Pedagang Online Wajib Punya NIB untuk Jualan di E-Commerce
-
Tak Sampai 6.000, BBCA Diramal Hanya Bergarak Hingg level 5.900 Hari Ini
-
Media Lokal Kunci Percepatan Edukasi Ekonomi Sirkular di Daerah
-
Mulai Hari Ini, Potongan Komisi Ojol Resmi Turun Jadi 8 Persen
-
Cek Harga Dolar AS di Bank Himbara dan Swasta, Ada yang Jual Rp18.050
-
BBCA Undervalued, Saatnya Serok atau Harga Sahamnya Bisa Turun Lagi?
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Iran Tolak Temui Utusan AS, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik