Bisnis / Keuangan
Rabu, 01 Juli 2026 | 12:19 WIB
Ilustrasi BCA (Ist)
Baca 10 detik
  • Investor asing melakukan aksi jual saham PT Bank Central Asia Tbk sebesar Rp1,19 triliun dalam dua hari terakhir.
  • Tekanan jual tersebut menyebabkan harga saham BBCA sempat anjlok signifikan pada perdagangan Senin dan Selasa pekan ini.
  • Saham BBCA mulai menunjukkan tanda pemulihan pada sesi pertama Rabu dengan kenaikan harga sebesar 1,80 persen di pasar.

Suara.com - Saham emiten perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi bidikan asing untuk melakukan aksi jual dalam dua hari ini.

Tak tangung-tanggung, salah satu emiten berkapitalisasi besar itu sahamnya telah dijual asing atau nett sell hingga Rp1,19 triliun selama dua hari belakangan.

Berdasarkan data Philip Sekuritas Indonesia, Pada perdagangan Selasa (30/6/2026), investor asing membukukan net sell sebesar Rp766,36 miliar.

Seiring derasnya aksi jual tersebut, saham BBCA ditutup di level Rp5.550, anjlok 375 poin atau 6,33 persen.

Saham BBCA catat rekor terburuk [Stockbit]

Sedangkan, pada Senin (29/6/2026), investor asing juga mencatatkan net sell Rp423,63 miliar. Saat itu, saham BBCA ditutup di level Rp5.925, melemah 250 poin atau 4,05 persen.

Sementara, dalam sepekan terakhir, saham BBCA tercatat melemah 4,33 persen, sejalan dengan meningkatnya tekanan jual di pasar.

Meski demikian, pada perdagangan Rabu (1/7/2026) hingga sesi pertama, saham BBCA mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Mengutip data Stockbit, hingga sesi I, saham BBCA berada di level Rp5.675, naik 100 poin atau 1,80 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Aktivitas perdagangan juga terbilang cukup ramai. Sebanyak 614,73 ribu lot saham BBCA berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp432,06 miliar. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 16.157 kali.

Baca Juga: Tak Sampai 6.000, BBCA Diramal Hanya Bergarak Hingg level 5.900 Hari Ini

Tak Sampai Level 6.000

Sebelumnya, CGS International Sekuritas memproyeksikan BBCA belum bisa menembus level Rp6.000 hari ini.

Secara teknikal, BBCA memiliki area support pertama di Rp5.458 dan support kedua di level Rp5.367.

"Sementara itu, level pivot berada di posisi Rp5.642," tulis CGS International Sekuritaa dalam risetnya yang dikutip Rabu (1/7/2026).

Dengan pergerakan harga yang kini telah berada di atas pivot, peluang penguatan dinilai masih terbuka selama saham mampu bertahan di atas level tersebut.

Adapun target kenaikan berikutnya berada di area resistance pertama Rp5.733. Jika level tersebut berhasil ditembus, BBCA berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di kisaran Rp5.917.

Namun demikian, investor tetap perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung apabila harga kembali bergerak di bawah level pivot.

Jika tekanan jual meningkat, area support Rp5.458 hingga Rp5.367 menjadi zona penting yang patut dicermati sebagai batas penahan penurunan.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.

Load More