Bisnis / Keuangan
Rabu, 01 Juli 2026 | 17:01 WIB
Pekerja mengamati layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]
Baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat sebesar 0,92 persen ke level 5.695 pada perdagangan Rabu, 1 Juni 2026.
  • Penguatan indeks didorong oleh sektor energi dan komoditas meskipun terjadi pelemahan data ekonomi serta defisit neraca perdagangan.
  • Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG akan bergerak konsolidasi pada kisaran 5.600 hingga 5.800 dalam jangka waktu perdagangan jangka pendek.

Suara.com - Indeks Saham Gabungan (IHSG) mengalami technical rebound pada penutupan perdagangan Rabu, 1 Juni 2026. IHSG ditutup menguat 51,92 poin atau 0,92 persen ke level 5.695.

Mengutip riset Phintraco Sekuritas, pada awal perdagangan, indeks bergerak cenderung sideways menjelang rilis sejumlah indikator ekonomi nasional.

Namun, pasar tetap mampu bertahan di zona positif meskipun data ekonomi yang dirilis sepanjang hari menunjukkan pelemahan.

Di antaranya, S&P Global Manufacturing PMI Indonesia turun ke level 46,9 pada Juni 2026, dari 50 pada Mei 2026, yang mengindikasikan aktivitas manufaktur kembali mengalami kontraksi.

Sementara itu, tingkat inflasi tahunan meningkat menjadi 3,34 persen pada Juni 2026, lebih tinggi dibandingkan 3,08 persen pada Mei 2026 dan melampaui perkiraan pasar sebesar 3,2 persen.

IHSG menguat pada . [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].

Tak hanya itu, Badan Pusat Statistik (BPS) juga melaporkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar 1,61 miliar dolar Amerika Serikat pada Mei 2026. Defisit tersebut menjadi yang pertama sejak April 2020.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah juga melemah sekitar 0,25 persen ke kisaran Rp17.952 per dolar AS, sejalan dengan pelemahan mayoritas mata uang di kawasan Asia.

Meski demikian, penguatan saham sektor energi dan komoditas berhasil menopang pergerakan IHSG hingga penutupan perdagangan.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai Stochastic RSI mulai mendekati area oversold, namun indikator MACD berpotensi membentuk death cross.

Baca Juga: IHSG Akhirnya Ijo di Sesi I, BBCA dan TPIA Jadi Penopang

Kondisi tersebut membuat IHSG diperkirakan masih akan bergerak konsolidasi pada kisaran 5.600-5.800 dalam jangka pendek.

Data Perdagangan Pasar Hari Ini

IHSG

  • Ditutup di 5.695,116
  • Naik 51,922 poin atau 0,92 persen

Pergerakan Indeks

  • Open: 5.641
  • High: 5.738
  • Low: 5.607

Aktivitas Perdagangan

  • Nilai transaksi: Rp10,24 triliun
  • Volume: 17 miliar saham
  • Frekuensi: 1.528.139 kali

Top Value

Load More