- PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk resmi memulai masa penawaran umum saham perdana pada 2 hingga 8 Juli 2026.
- Perusahaan menawarkan 2,53 miliar lembar saham dengan harga Rp170 per lembar untuk menghimpun dana sekitar Rp429,25 miliar.
- Proses pencatatan perdana saham perusahaan media milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini dijadwalkan pada 10 Juli 2026.
Suara.com - Masa penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) resmi dimulai pada Kamis (2/7/2026).
Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, calon emiten milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu menawarkan sahamnya kepada publik dengan harga Rp170 per lembar.
Mengacu pada jadwal IPO yang dirilis Phintraco Sekuritas, masa penawaran umum berlangsung pada 2-8 Juli 2026.
Selanjutnya, penjatahan saham dijadwalkan pada 8 Juli 2026, distribusi saham secara elektronik pada 9 Juli 2026, dan pencatatan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2026.
Berikut Jadwal Penawaran Saham RANS:
- Masa Penawaran Umum : 02 Jul 26 - 08 Jul 26
- Tanggal Penjatahan : 08 Jul 26
- Tanggal Distribusi : 09 Jul 26
- Tanggal Pencatatan (IPO): 10 Jul 26
- Harga Penawaran : Rp170 per Lembar
Adapun, dalam aksi korporasi ini, RANS menawarkan saham kepada investor dengan harga penawaran Rp170 per lembar.
Sebelumnya, berdasarkan prospektus yang dipublikasikan melalui laman e-IPO, calon emiten berkode saham RANS itu menawarkan maksimal 2,53 miliar saham atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Dengan jumlah saham yang ditawarkan tersebut, perseroan berpotensi menghimpun dana segar sekitar Rp429,25 miliar dari aksi penawaran umum perdana saham.
Dalam proses IPO ini, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Baca Juga: BBCA Diramal Belum Bisa Tembus Rp6.000 Hari Ini
Sebagai informasi, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang media dan hiburan, pengelolaan intellectual property (IP), serta perusahaan holding.
Perseroan sebelumnya bernama PT RNR Film Internasional. Nama perusahaan kemudian berubah menjadi PT Rans Entertainmen Indonesia dan efektif berlaku sejak 7 Juli 2021.
Saat ini, RANS menjalankan bisnis melalui ekosistem media, hiburan, pengelolaan IP, penyelenggaraan acara (event), serta berbagai bisnis pendukung yang dikelola secara terintegrasi melalui entitas anak maupun penyertaan strategis.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS
-
Itung-itungan Driver Ojol, Kenapa Pendapatannya Turun Setelah Potongan 8% Berlaku
-
Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar
-
Survei: 78,6% Konsumen Nilai Haknya Diabaikan dalam Aturan Rokok Terbaru
-
BBCA Diramal Belum Bisa Tembus Rp6.000 Hari Ini
-
UMKM Indonesia Berpeluang Jadi Motor Baru Ekspor, Ini Syaratnya
-
Transformasi IT, BSI Bidik Masuk Top 5 Bank Syariah Global
-
Prudential Soroti Risiko Korupsi yang Mengintai Sektor Keuangan
-
Inflasi Juni 2026 Naik Jadi 3,34 Persen, Bank Indonesia Pastikan Masih Terkendali
-
Terungkap! Ini Alasan Penumpang Tetap Setia Naik Kereta Meski Tarif Naik