- CGI International Sekuritas memproyeksikan saham BBCA akan berada di level Rp5.800 tanpa menembus angka Rp6.000 hari ini.
- Saham perbankan BBCA memiliki potensi penguatan menuju resistance Rp5.717 jika mampu bertahan di atas level support Rp5.517.
- Tingginya minat investor asing menghasilkan net buy sebesar Rp135,77 miliar yang menjadi sentimen positif pada perdagangan hari ini.
Suara.com - Pergerakan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) diproyeksi belum bisa menembus level Rp6.000 hari ini. Bahkan BBCA akan bertengger di level Rp5.800 hari ini.
Berdasarkan riset teknikal CGI International Sekuritas, level pivot BBCA berada di Rp5.633.
Apabila mampu bertahan dan menembus area tersebut, saham emiten perbankan terbesar di Indonesia itu berpotensi menguji resistance pertama di Rp5.717, sebelum menuju resistance kedua di Rp5.833.
Sementara itu, area support pertama berada di Rp5.517 dan support kedua di Rp5.433. Level tersebut dinilai menjadi area penting yang perlu diperhatikan investor apabila terjadi aksi ambil untung.
Berikut level teknikal BBCA menurut CGI International Sekuritas:
- Support 1: Rp5.517
- Support 2: Rp5.433
- Pivot: Rp5.633
- Resistance 1: Rp5.717
- Resistance 2: Rp5.833
Dari sisi perdagangan, minat investor terhadap saham BBCA masih cukup tinggi.
Berdasarkan data Stockbit, pada perdagangan sebelumnya saham BBCA mencatatkan volume transaksi mencapai 1,24 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp702,85 miliar.
Frekuensi perdagangan mencapai sekitar 32 ribu kali transaksi, mencerminkan likuiditas saham yang tetap terjaga di tengah dinamika pasar.
Menariknya, investor asing masih membukukan aksi beli yang lebih besar dibandingkan aksi jual.
Baca Juga: IHSG Ambruk, Sucor Sekuritas Ajak Investor Borong Saham Berkualitas Saat Diskon
Nilai foreign buy tercatat sebesar Rp369,11 miliar, sedangkan foreign sell mencapai Rp233,34 miliar.
Dengan demikian, BBCA membukukan net foreign buy sekitar Rp135,77 miliar, yang menjadi sentimen positif bagi pergerakan saham pada perdagangan hari ini.
Secara teknikal, selama harga BBCA mampu bertahan di atas area support Rp5.517, peluang penguatan menuju resistance Rp5.717 masih terbuka.
Namun, apabila tekanan jual meningkat hingga menembus support tersebut, pergerakan saham berpotensi menguji area support berikutnya di Rp5.433.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
UMKM Indonesia Berpeluang Jadi Motor Baru Ekspor, Ini Syaratnya
-
Transformasi IT, BSI Bidik Masuk Top 5 Bank Syariah Global
-
Prudential Soroti Risiko Korupsi yang Mengintai Sektor Keuangan
-
Inflasi Juni 2026 Naik Jadi 3,34 Persen, Bank Indonesia Pastikan Masih Terkendali
-
Terungkap! Ini Alasan Penumpang Tetap Setia Naik Kereta Meski Tarif Naik
-
BUMN Ini Sulap Limbah Jadi Paving Block, Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Sirkular
-
SIG Cetak 36 UMKM Baru di Tuban, Produk Lokal Tembus Toko Modern
-
IHSG Ambruk, Sucor Sekuritas Ajak Investor Borong Saham Berkualitas Saat Diskon
-
Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga
-
Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia