Bisnis / Energi
Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB
Warga mengantri BBM di SPBU Terban, Senin (10/03/2023). Diperkirakan antrian panjang terjadi selama libur Lebaran 2023. [Kontributor/Putu Ayu Palupi]
Baca 10 detik
  • Antrean BBM Surabaya-Gresik mulai normal usai distribusi dipercepat.
  • Lonjakan permintaan dipicu aktivitas pelabuhan dan libur sekolah.
  • Pertamina tambah armada dan pasokan BBM hingga 20% saat puncak.

Suara.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertamina Patra Niaga memperkuat langkah mitigasi dan percepatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Surabaya dan Gresik, Jawa Timur. Upaya ini dilakukan untuk memastikan antrean kendaraan yang sempat terjadi dalam beberapa hari terakhir tidak kembali terulang.

Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman mengatakan kondisi distribusi BBM di wilayah tersebut kini mulai berangsur normal. Meski demikian, pihaknya meminta seluruh pemangku kepentingan meningkatkan langkah antisipasi agar gangguan distribusi tidak kembali terjadi.

"Karena ini (antrean BBM) adalah isu nasional, ke depannya diupayakan ada antisipasi terlebih dahulu, jangan sampai hal-hal seperti ini terjadi kembali. BPH Migas bersama dengan PPN terus berupaya untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran," ujar Harya dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menjelaskan lonjakan antrean dipicu meningkatnya kebutuhan BBM dari sektor logistik di Pelabuhan Tanjung Perak sejak pertengahan Juni. Di saat bersamaan, mobilitas masyarakat selama libur sekolah turut mendongkrak konsumsi BBM di wilayah Surabaya dan Gresik.

Menurut Wahyudi, berdasarkan pemantauan di sejumlah SPBU seperti Benowo, Asem Rowo, dan Kebomas pada Rabu (1/7), antrean kendaraan terutama truk sudah jauh berkurang dibanding beberapa hari sebelumnya.

Ia menjelaskan titik yang sempat menjadi perhatian berada di SPBU Tol Surabaya-Gempol Kilometer 26, SPBU Tambak Osowilangun, SPBU Tambak Langon, dan SPBU Kebomas Gresik. Kawasan tersebut mengalami lonjakan permintaan seiring meningkatnya aktivitas kapal dan angkutan barang pada periode 22-26 Juni 2026.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Pertamina Patra Niaga menerapkan skema Regular, Alternative, and Emergency (RAE). Melalui strategi tersebut, pasokan BBM untuk wilayah Surabaya tidak hanya bergantung pada terminal utama, tetapi juga diperkuat dari Fuel Terminal Tuban dan Fuel Terminal Madiun.

Selain itu, Pertamina mempercepat penerbitan Delivery Order (DO) hingga dua hari lebih awal dari jadwal normal. Langkah ini memungkinkan penambahan kuota pasokan BBM ke SPBU hingga 20% pada saat kebutuhan mencapai puncaknya.

Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Area Jatimbalinus Daniel memastikan stok BBM di wilayah Jawa Timur masih berada dalam kondisi aman. Untuk menjaga kelancaran distribusi, perusahaan mengoperasikan armada mobil tangki selama 24 jam penuh serta menambah armada operasional di lapangan.

Baca Juga: Pupuk Indonesia dan Pertamina Perkuat Hilirisasi, Gas Bumi Jadi Andalan

"Kami juga menambahkan layanan operasional 15 mobil tangki spot charter dari 226 mobil tangki yang telah tersedia di Integrated Terminal Surabaya yang akan menyalurkan kepada SPBU yang sedang membutuhkan pasokan BBM," kata Daniel.

Load More