Bisnis / Energi
Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB
Gamsunoro, kapal tanker milik Pertamina International Shipping. [Antara]
Baca 10 detik
  • Kapal tanker Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping berhasil melintasi Selat Hormuz pada Kamis, 2 Juli 2026.
  • Keberhasilan pelintasan kapal tersebut dicapai melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri serta berbagai pihak terkait lainnya.
  • Pertamina saat ini masih berupaya mengevakuasi kapal VLCC Pertamina Pride dengan tetap memprioritaskan keselamatan awak dan kargo kapal.

Suara.com - Satu dari dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang tertahan akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran berhasil melintasi dari  di Selat Hormuz

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyebut kapal yang berhasil keluar yakni Kapal Gamsunoro. 

"Kami ingin menyampaikan juga bahwa kapal Pertamina Gamsunoro telah melintasi Selat Hormuz. Dan Alhamdulillah ini merupakan atas koordinasi dengan para pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri, pihak-pihak terkait lainnya," kata Baron di Jakarta pada Kamis (2/7/2026). 

Baron mengakui situasi di Selat Hormuz hingga kini masih bergejolak. Meski begitu, Pertamina berharap satu kapal tanker raksasa yang tersisa, yakni VLCC Pertamina Pride, bisa segera keluar dari perairan tersebut.

Ia menegaskan bahwa pihak perusahaan saat ini terus mengupayakannya untuk keluar. 

Dua kapal Pertamina, termasuk kapal tanker raksasa Pertamina Pride masih terjebak di Teluk Persia. Indonesia bisa menggunakan Selat Malaka sebagai senjata untuk bernegosiasi dengan Iran agar dua kapal tersebut dilepas. [Suara.com/Gemini]

"Juga berharap satu kapal kami lagi, yaitu Pride, sedang memproses tapi tetap akan melihat faktor keselamatan awak, kargo, dan juga kapalnya sendiri. Jadi kami mohon doanya situasi bisa meredah dan kapal tersebut bisa melintas," kata Baron. 

Di samping itu, Baron menyebut bahwa Gamsunoro saat tertahan sedang disewa oleh pihak ketiga.

Oleh karenanya ia memastikan kargo yang diangkut kapal tersebut bukan untuk kebutuhan dalam negeri. 

"Saat ini memang kami lakukan pengelolaan bisnisnya melalui ship management dan disewa oleh pihak ketiga lainnya, sehingga kargonya memang Gamsunoro bukan kargo untuk kita, tapi untuk pihak yang menyewa dan dimiliki oleh pemilik dari kargo dimaksud," pungkasnya. 

Baca Juga: Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Load More