Bisnis / Energi
Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:38 WIB
PT PLN (Persero)  berencana mengubah koridor jalan tol menjadi sumber pembangkit energi terbarukan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Foto ist.
Baca 10 detik
  • PLN bangun PLTS di 802 km tol Jasa Marga berkapasitas hingga 500 MWp.
  • Koridor tol jadi solusi keterbatasan lahan untuk pengembangan PLTS nasional.
  • Green corridor dorong target PLTS 100 GW dan kurangi ketergantungan energi impor.

Suara.com - PT PLN (Persero)  berencana mengubah koridor jalan tol menjadi sumber pembangkit energi terbarukan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, proyek tersebut akan memanfaatkan sepanjang 802 kilometer ruas tol milik Jasa Marga sebagai bagian dari pengembangan super teknologi green corridor. Panel surya akan dipasang di sisi kiri dan kanan jalan tol sehingga mampu menghasilkan kapasitas listrik yang signifikan.

"Ini sebagai contoh jalan tol milik Jasa Marga dengan panjang 802 km. Apabila di kedua sisi lebarnya sekitar 3-5 meter maka ada sekitar 400-500 hektare. Artinya ini ada setengah gigawatt peak," ujar Darmawan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, pemanfaatan koridor jalan tol menjadi solusi atas salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan PLTS di Indonesia, yakni keterbatasan lahan. Selama ini, kebutuhan area yang luas kerap menjadi penghambat percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya.

"Selama ini tantangan utama dari program PLTS ini adalah lahan," katanya.

Tak hanya mengandalkan tenaga surya, PLN juga akan membangun pembangkit listrik tenaga bayu dengan desain turbin berbentuk silinder. Selain menghasilkan listrik, teknologi tersebut diklaim mampu mempercantik lanskap di sepanjang ruas tol.

"Ini bukan hanya memproduksi energi dari angin tetapi juga menambah keindahan pemandangannya," imbuh Darmawan.

Rencana tersebut merupakan bagian dari program nasional pengembangan PLTS berkapasitas 100 gigawatt (GW) yang telah ditugaskan pemerintah untuk memperkuat sistem kelistrikan nasional sekaligus meningkatkan bauran energi baru terbarukan.

"Dan saat ini pemerintah sudah melakukan penugasan agar program PLTS 100 GW ini sebagai penguatan sistem kelistrikan seantero Indonesia," jelasnya.

Baca Juga: Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Darmawan optimistis pengembangan green corridor akan membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi impor. Dengan memanfaatkan sumber daya energi domestik seperti matahari dan angin, biaya pembangkitan listrik diharapkan semakin efisien sekaligus mendukung target dekarbonisasi nasional.

"Ini yang bisa mengubah nantinya energi impor menjadi domestik. Energi fosil menjadi renewable energy, energi yang mahal menjadi lebih murah," pungkasnya.

Load More