- Negara anggota Uni Eropa meningkatkan anggaran militer sebesar 20 persen sejak 2024 hingga mencapai 418 miliar euro pada 2025.
- Badan Pertahanan Eropa melaporkan belanja militer terus melonjak dan diproyeksikan mencapai 454 miliar euro pada akhir tahun 2026.
- Negara anggota berkomitmen meningkatkan alokasi pertahanan hingga 5 persen PDB pada 2035 berdasarkan kesepakatan KTT NATO Den Haag 2025.
Suara.com - Negara-negara anggota Uni Eropa (UE) dilaporkan tengah menggenjot belanja negara di sektor militer dengan laju yang jauh lebih cepat daripada perkiraan sebelumnya.
Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya tekanan geopolitik global serta tuntutan keras dari sekutu utama mereka, Amerika Serikat.
Badan Pertahanan Eropa (European Defence Agency/EDA) dalam laporan terbarunya yang dirilis Kamis (2/7/2026) mengungkapkan bahwa bauran anggaran pertahanan negara-negara kawasan melonjak tajam dalam dua tahun terakhir.
"Negara-negara anggota Uni Eropa meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka lebih cepat dari yang diproyeksikan, mencatatkan kenaikan sebesar 20 persen sejak tahun 2024. Anggaran militer kolektif tersebut berhasil menyentuh angka 418 miliar euro (setara 478 miliar dolar AS) pada akhir tahun 2025," tulis lembaga tersebut dalam laporan resminya.
Tren peningkatan ini diproyeksikan belum akan melandai. EDA menambahkan bahwa pada tahun buku 2026, akumulasi pengeluaran militer negara-negara Uni Eropa diperkirakan akan kembali merangkak naik hingga mencapai 454 miliar euro.
Efek Desakan Washington dan Target Baru KTT NATO
Akselerasi belanja militer ini tidak lepas dari dinamika hubungan internal di dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Presiden AS Donald Trump secara berulang kali melayangkan kritik tajam kepada negara-negara Eropa terkait kontribusi finansial mereka yang dianggap tidak memadai untuk menopang kemampuan pertahanan kolektif NATO.
Trump bahkan secara agresif menyerukan agar seluruh negara sekutu meningkatkan anggaran belanja pertahanan mereka hingga menyentuh angka ekstrem, yakni 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Baca Juga: Pakar UGM Nilai Pelatihan Militer untuk Manajer Koperasi Salah Arah
Merespons tekanan bertubi-tubi dari Washington tersebut, para pemimpin NATO akhirnya mencapai kesepakatan baru yang monumental pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Den Haag tahun 2025 lalu.
Dalam pakta tersebut, negara-negara anggota berkomitmen penuh untuk mengerek alokasi belanja pertahanan hingga 5 persen dari PDB pada tahun 2035 mendatang.
Berdasarkan cetak biru kesepakatan KTT Den Haag, struktur pemenuhan target 5 persen tersebut akan dibagi ke dalam dua pos utama:
3,5 persen PDB dialokasikan berupa pengeluaran militer dan pertahanan secara langsung (direct defense spending).
1,5 persen PDB dialokasikan dalam bentuk investasi strategis jangka panjang yang berkaitan dengan keamanan nasional (security-related investments), seperti penguatan infrastruktur siber dan ketahanan rantai pasok teknologi militer.
Laju pertumbuhan anggaran militer yang dilaporkan oleh Badan Pertahanan Eropa pada pertengahan 2026 ini menunjukkan bahwa negara-negara Benua Biru mulai serius berbenah.
Eropa tampaknya ingin membuktikan komitmennya untuk mengurangi ketergantungan militer pada AS, sekaligus memperkuat kedaulatan keamanan kawasan secara mandiri.
Berita Terkait
-
Taruna Akmil Latih Sekolah Rakyat: Haruskah Militer Masuk Ranah Pendidikan?
-
Membedah Logika Perbedaan Panas Eropa vs Indonesia Lewat Kacamata Geografi
-
Perdamaian di Ujung Harapan: Mengapa Konflik Tak Pernah Benar-Benar Usai?
-
AS dan Iran Saling Klaim di Tengah Perang, Gencatan Senjata 60 Hari Gagal Total?
-
Buntut Tragedi 5 Peserta Meninggal, Kemenhan Hapus Materi Militer dan Senjata di Program SPPI
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ibu-Ibu PNM Mekaar Jadi Wajah Perempuan Berdaya dalam Sensus Ekonomi 2026
-
Patriot Bond Dituding Pencucian Uang, Purbaya: Dunia Gak Hitam-Putih, Jangan Sampai Kita Rugi Banyak
-
Kemendag Beberkan Penyelamat Neraca Dagang RI Masih Surplus Secara Kumulatif
-
INDEF: Aturan Kemasan Polos Rokok Berpotensi Hilangkan 52,8 Ribu Lapangan Kerja
-
Purbaya Sentil Kementerian-Lembaga Hobi Minta Tambah Anggaran, Kini Bakal Diperketat
-
Ekspor CPO Dapat Angin Segar, Pemerintah Turunkan Bea Keluar Juli 2026
-
Tak Hanya Sawit dan Kopi, Tembakau Dinilai Layak Jadi Komoditas Prioritas Pemerintah
-
Cegah Mati Lampu, PLN Modif PLTU Bisa Pakai Batu Bara Kelas Rendah
-
Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS
-
Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang