- Amerika Serikat meluncurkan serangan militer ke Iran sejak Sabtu setelah insiden tewasnya dua personel militer di Yordania.
- Konflik dipicu kegagalan gencatan senjata dan perebutan kendali Selat Hormuz yang mengancam stabilitas pasokan energi dunia.
- Iran membalas serangan dengan drone ke pangkalan AS di Kuwait serta memicu lonjakan harga minyak mentah global.
Merespon gelombang serangan tersebut, Iran tidak tinggal diam. Stasiun TV milik pemerintah Iran pada Minggu pagi melaporkan pengerahan serangan pesawat tak berawak (drone) yang menargetkan aset dan peralatan militer AS di Kamp Al-Adiri dan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait.
Kedua pangkalan tersebut telah menjadi sasaran empuk rentetan serangan Iran terhadap aset AS dan sekutunya di kawasan Teluk sejak pekan lalu.
Laporan dari berbagai pihak turut mengonfirmasi meluasnya jangkauan proyektil:
- Yordania: Sirine peringatan bahaya berbunyi setelah militer Israel mendeteksi peluncuran rudal dari Iran yang mengarah ke kota Aqaba, Yordania.
- Bahrain: Stasiun TV pemerintah Bahrain melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat serangan dari arah Iran pada hari Minggu.
- Wilayah Iran: Laporan lokal menyebut AS telah melancarkan serangan di dekat wilayah Sirik (Iran Selatan) dan Shadegan (dekat perbatasan Irak). Organisasi Energi Atom Iran juga mengecam keras serangan terhadap situs pembangkit listrik tenaga nuklir yang tengah dibangun di wilayah Darkhovin.
Krisis Selat Hormuz dan Lonjakan Harga Minyak
Konflik ini juga merembet ke sektor lalu lintas pelayaran internasional. AS mengklaim tengah memberlakukan blokade laut terhadap Iran. Sebaliknya, Teheran menegaskan akan menargetkan kapal mana pun yang melanggar aturan navigasinya di Selat Hormuz.
Pada hari Minggu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melaporkan adanya empat kapal berafiliasi dengan AS yang mencoba melintasi selat tersebut melalui rute tidak aman dengan mengabaikan peringatan IRGC. Dilaporkan bahwa dua kapal akhirnya membatalkan pelayaran, sementara dua lainnya terlibat dalam "kecelakaan", tanpa adanya rincian lebih lanjut.
Kekacauan yang berpotensi memicu gangguan pasokan energi dan inflasi global ini langsung memberikan respons kejut pada pasar komoditas. Harga minyak dunia terpantau meroket tajam pada penutupan perdagangan terbaru:
Minyak Mentah (Crude Oil): Mengalami kenaikan sebesar 3,54% ke level USD 82.490 per barel.
Minyak Brent: Melonjak sebesar 3,87% hingga menyentuh level USD 88.100 per barel.
Baca Juga: CENTCOM: 50 Ribu Pasukan Amerika Serikat Siaga Serang Iran
Berita Terkait
-
Strategi Perang Donald Trump Blunder, Bikin Iran Makin Ngamuk Lalu AS Kesulitan Menghadapi
-
Krisis Air Mengintai Timur Tengah Setelah Pasukan Iran Sasar Pembangkit Desalinasi Air Kuwait
-
Pensiunan AU: Iran Akan Lebih Suka Pakai Rudal Jarak Jauh Serang Amerika
-
Trump Luncurkan Serangan Udara, Iran Tebar Ancaman: AS Akan Rasakan Akibatnya
-
Perang AS-Iran Memanas, Mojtaba Khamenei Ancam Beri Pelajaran Pahit yang Tak Terlupakan
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus