Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

Minggu, 13 September 2026 | 07:03 WIB
Petugas Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri melakukan pengamatan saat pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat liputan erupsi Gunung Anak Krakatau dengan menggunakan Kapal Polisi (KP) Sanjaya di perairan Selat Sunda, Banten, Sabtu (12/9/2026). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom]
  • Tim SAR menemukan jeriken, helm, dan dua jaket pelampung di selatan Gunung Anak Krakatau.
  • Basarnas mengevaluasi temuan barang bukti untuk memperluas sektor pencarian korban di Selat Sunda.
  • Rombongan lima jurnalis bersama tiga awak kapal dilaporkan hilang kontak sejak Senin lalu.

Suara.com - Operasi pencarian 8 penumpang kapal cepat yang hilang di Selat Sunda memasuki babak baru usai ditemukannya sejumlah barang di laut. Tim SAR gabungan mengamankan empat benda penting saat menyisir area perairan bagian selatan Gunung Anak Krakatau.

Penemuan pelampung hingga jeriken ini memicu penyusunan ulang peta pencarian korban di lokasi perairan tersebut. Petunjuk baru tersebut menjadi dasar penting untuk memperluas jangkauan pemantauan jalur laut dan udara.

KN SAR Tetuka berhasil mengumpulkan seluruh barang bukti tersebut setelah mengarungi lautan selama 10 jam. Penyisiran intensif ini difokuskan pada titik koordinat yang dicurigai menjadi jalur lintas kapal naas tersebut.

Istri jurnalis lepas Donal Husni, Aning ikut dalam pencarian suaminya beserta empat jurnalis foto lainnya dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat liputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten, Sabtu (12/9/2026). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom]

"Pada pukul 10.05 WIB, KN SAR Tetuka menemukan jerigen minyak berwarna biru," kata Al Amrad di Pandeglang, Sabtu malam.

Penyisiran berlanjut ke area sekitar hingga akhirnya tim menemukan helm merah di tengah laut saat siang hari. Kondisi ombak dan arus laut tidak menyurutkan langkah personel Basarnas untuk terus memantau permukaan air.

Menjelang petang, dua jaket pelampung berwarna oranye kembali terangkat dari lokasi perairan yang tidak jauh berbeda. Jarak waktu penemuan kedua jaket keselamatan tersebut hanya berselang satu jam saja.

"Dan pada pukul 18.09 WIB, kembali ditemukan jaket berwarna oranye," kata Al Amrad.

Basarnas Banten belum berani memverifikasi keterkaitan langsung antara barang-barang ini dengan kapal penumpang yang hilang. Proses identifikasi mendalam masih terus berjalan untuk memastikan pemilik sebenarnya dari perlengkapan tersebut.

Seluruh barang bukti penemuan hari kelima ini langsung dibawa menuju posko utama pencarian di Pandeglang. Tim gabungan menjadikannya sebagai pembanding dalam menentukan skenario penyisiran berikutnya.

"Kami akan mengevaluasi hasil pencarian hari ini, temuan akan menjadi dasar untuk melakukan perluasan pencarian," katanya.

Pembagian sektor pencarian kini diperluas mengitari perairan Selat Sunda dengan melibat unsur udara. Pemantauan helikopter dikombinasikan dengan armada kapal cepat demi menjangkau sudut-sudut perairan terisolasi.

Peristiwa memilukan ini bermula ketika kapal cepat bertolak dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang. Rombongan yang membawa lima awak media ini dijadwalkan melaju menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9).

Lima jurnalis yang berada di kapal tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas (ANTARA) dan Ari Basuki (Merdeka). Selain itu ada Yudhistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu), serta seorang jurnalis lepas bernama Donal Husni.

Perjalanan tersebut juga didampingi oleh Warta selaku nakhoda kapal bersama seorang ABK bernama Surakman. Seorang pemandu lokal bernama Heriyanto ikut serta memandu jalannya ekspedisi pelayaran tersebut.

Kontak terakhir dengan rombongan terputus tidak lama setelah kapal melepaskan tali tambat di dermaga Carita. Upaya pencarian maraton terus dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya armada penyelamat yang tersedia.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com