- Harga minyak mentah dunia melonjak pada 20 Juli 2026 akibat meningkatnya eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran.
- Serangan udara AS di berbagai fasilitas Iran memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak bumi melalui jalur krusial Selat Hormuz.
- Kenaikan harga minyak Brent menembus 90 dolar AS per barel karena kekhawatiran menipisnya stok minyak dunia akibat konflik tersebut.
Suara.com - Harga minyak dunia melonjak pada perdagangan Senin 20 Juli 2026 akibat meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Ketegangan geopolitik yang memuncak memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global yang melintasi Selat Hormuz, menyusul serangan balasan beruntun dari militer AS.
Mengutip dari CNBC, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September melonjak sekitar 2,77 persen hingga menembus level 90 dolar AS per Barel.
Sementara itu, jenis West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Agustus naik 2,4 persen ke posisi 84,49 dolar AS per barel.
Lonjakan harga ini dipicu oleh intensifikasi operasi militer AS yang kini memasuki malam kesembilan terhadap Iran. Langkah tersebut diambil setelah militer AS mengonfirmasi tewasnya prajurit ketiga dalam operasi terbaru, serta ditemukannya jasad di dekat lokasi serangan Iran di Yordania.
Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan gempuran udara tersebut menyasar sistem pengawasan pantai, pertahanan udara, aset maritim, hingga fasilitas penyimpanan rudal dan drone milik Iran. Serangan juga diarahkan ke unit Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang diduga terlibat dalam serangan terhadap personel AS pada 17 Juli lalu.
"Serangan akan terus berlanjut untuk melemahkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk menyerang kapal komersial dan pelaut sipil yang melintasi Selat Hormuz," bunyi pernyataan resmi Centcom melalui X/Twitter.
Bentrokan bersenjata yang kembali memanas menyebabkan kekhawatiran atas keamanan Selat Hormuz, salah satu jalur logistik minyak paling krusial di dunia.
Pakar strategi dari Quantum Strategy, David Roche, menilai pasar minyak mentah global saat ini semakin menipis seiring merosotnya volume ekspor dari kawasan Teluk.
Baca Juga: Jaga Pasokan BBM, Elnusa Petrofin Kerahkan 711 Personel di Medan
"Dengan laju penurunan pasokan saat ini, stok minyak global akan semakin menipis pada September. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tekanan politik pada Presiden Donald Trump. Rekomendasi posisi long untuk Brent tetap dipertahankan dengan target 95 dolar AS hingga 105 dolar AS per barel," ujar Roche.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus