Bisnis / Keuangan
Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:26 WIB
Truk Tangki BBM dipantau CCTV 24 Jam[ist].
Baca 10 detik
  • PT Elnusa Petrofin memperkuat transformasi digital di 98 lokasi operasional Indonesia guna memastikan keandalan distribusi energi secara efisien.
  • Perusahaan mengandalkan sistem Road Traffic Control untuk memantau ribuan unit armada secara real-time demi meningkatkan aspek keselamatan kerja.
  • Penerapan sistem pemeliharaan armada dan manajemen risiko perjalanan memastikan seluruh operasional distribusi energi berjalan sesuai standar keselamatan industri.

Suara.com - PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) terus memperkuat transformasi digital untuk menjaga keandalan distribusi energi nasional. Langkah ini dilakukan seiring semakin kompleksnya operasional perusahaan yang kini tersebar di puluhan lokasi di seluruh Indonesia.

Elnusa Petrofin berkembang menjadi penyedia solusi logistik energi terintegrasi yang melayani distribusi bahan bakar minyak (BBM), LPG, aviasi, petrokimia, pelumas, pengelolaan terminal energi, hingga layanan chemical logistics.

Saat ini, perusahaan mengelola lebih dari 98 lokasi operasi di seluruh Indonesia dan mendukung distribusi energi melalui jaringan 51 Fuel Terminal Pertamina Patra Niaga.

Untuk memastikan distribusi energi berjalan aman dan efisien, Elnusa Petrofin mengandalkan Road Traffic Control (RTC) yang beroperasi selama 24 jam sebagai pusat pemantauan armada secara real-time.

Elnusa Petrofin terus memperluas kontribusinya dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Sistem tersebut telah terintegrasi dengan lebih dari 2.900 perangkat GPS dan 2.200 unit CCTV pada armada distribusi. Melalui sistem ini, perusahaan dapat memantau pergerakan kendaraan, perilaku pengemudi, kondisi perjalanan hingga performa operasional secara menyeluruh melalui dashboard digital yang terpusat.

Direktur Operasi dan Marketing PT Elnusa Petrofin, Ferdiansyah, mengatakan transformasi digital menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga keandalan distribusi energi sekaligus memperkuat budaya keselamatan kerja.

"Bagi Elnusa Petrofin, operational excellence dan HSSE excellence merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kami membangun sistem, proses, dan budaya kerja yang memastikan setiap distribusi energi dapat berjalan secara aman, tepat waktu, dan andal untuk mendukung kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia," ujar Ferdiansyah di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Selain mengoptimalkan pemantauan armada, perusahaan juga menerapkan Journey Risk Management pada seluruh armada distribusi energi.

Sistem ini memungkinkan identifikasi risiko perjalanan sejak tahap perencanaan rute hingga kendaraan tiba di lokasi tujuan, sehingga potensi risiko dapat diantisipasi lebih awal.

Baca Juga: Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya

Elnusa Petrofin juga menjalankan program Fit to Work untuk memastikan seluruh Awak Mobil Tangki (AMT) berada dalam kondisi siap bekerja sebelum menjalankan distribusi energi.

Program tersebut diperkuat dengan pemanfaatan CCTV pada armada dan pusat monitoring yang memungkinkan pengawasan kondisi pengemudi secara real-time guna meminimalkan risiko kelelahan maupun human error.

Tak hanya itu, perusahaan menyediakan Rest Area dan Check Point di sejumlah jalur distribusi strategis sebagai tempat istirahat bagi pengemudi, sehingga keselamatan selama perjalanan jarak jauh tetap terjaga.

Di sisi pemeliharaan armada, Elnusa Petrofin menerapkan Maintenance Management System (MMS) dan MMS Lite yang terintegrasi dengan dukungan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Seluruh proses inspeksi kendaraan terdokumentasi melalui aplikasi digital Operational Maintenance Information (OMI) sehingga keputusan pemeliharaan dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan berbasis data.

Untuk memperkuat aspek keamanan distribusi energi, perusahaan juga mengoperasikan sistem surveillance di sejumlah Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) strategis, seperti di Jambi, Medan, dan Pontianak. Sistem tersebut menjadi bagian dari penguatan aspek security dan pengendalian operasional agar seluruh proses penyaluran berjalan sesuai standar keselamatan.

Di sektor pengelolaan fasilitas energi, Elnusa Petrofin menerapkan Process Safety Asset Integrity Management System (PSAIMS) di sejumlah fasilitas, antara lain SPBE Bima, SPPBE Gunung Sitoli Nias, TBBM Bajo, TBBM Tembilahan, hingga LPG Terminal Amurang.

Implementasi sistem tersebut diperkuat melalui pelaksanaan studi risiko Hazard Identification (HAZID) dan Hazard and Operability Study (HAZOP) secara berkala guna meningkatkan integritas fasilitas sekaligus memastikan operasional berjalan sesuai standar keselamatan industri migas.

Load More