Bisnis / Energi
Minggu, 19 Juli 2026 | 09:54 WIB
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • PT Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan distribusi BBM di Medan dengan mengoperasikan terminal 24 jam dan menambah armada mobil tangki.
  • Upaya percepatan penyaluran BBM melalui sinergi berbagai pihak berhasil menormalisasi antrean kendaraan di SPBU wilayah Kota Medan.
  • Pertamina terus memantau stok dan menyiagakan skema pasokan darurat guna memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi secara optimal.

Suara.com - PT Pertamina Patra Niaga terus mengoptimalkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kota Medan dan sekitarnya. Berbagai strategi percepatan dilakukan, mulai dari mengoperasikan terminal selama 24 jam hingga menambah armada mobil tangki untuk mempercepat penyaluran BBM ke SPBU.

Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Medan kini berangsur kembali normal seiring membaiknya distribusi BBM dalam beberapa hari terakhir.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, Pertamina terus mengoptimalkan seluruh rantai pasok energi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

"Kondisi penyaluran BBM di Kota Medan terus menunjukkan perkembangan yang positif. Antrean di sejumlah SPBU mulai kembali normal sebagai hasil dari berbagai upaya percepatan distribusi yang kami lakukan bersama seluruh pemangku kepentingan. Kami akan terus mengoptimalkan operasional hingga pelayanan kepada masyarakat kembali normal sepenuhnya," ujar Fahrougi seperti dikutip, Minggu (19/7/2026).

Ilustrasi suasana pengisian BBM di SPBU. [dok Pertamina]

Untuk mempercepat pemulihan distribusi, Pertamina Patra Niaga mengoperasikan Integrated Terminal Medan Group selama 24 jam.

Selain itu, perusahaan juga menambah armada mobil tangki melalui skema spot charter serta memperkuat personel Awak Mobil Tangki (AMT).

Tak hanya itu, suplai BBM juga dioptimalkan dari Fuel Terminal Kisaran, Fuel Terminal Siantar, dan Integrated Terminal Lhokseumawe.

Langkah tersebut diperkuat melalui sinergi dengan BPH Migas, TNI, Polri, pemerintah daerah, Hiswana Migas, pengusaha SPBU, hingga mitra transportir agar distribusi BBM berlangsung lebih cepat dan efektif.

Pertamina juga terus memantau stok serta penyaluran BBM di seluruh SPBU. Jika terjadi lonjakan kebutuhan di wilayah tertentu, perusahaan akan segera melakukan penyesuaian pasokan melalui skema Reguler Alternatif Emergency (RAE) guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Baca Juga: InJourney Ajak Masyarakat Ramaikan Pertamina Grand Prix of Indonesia, Tiket Diskon Sampai 30%

Perbaikan distribusi BBM mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Samsuri (60), seorang pengemudi ojek daring di Kota Medan, mengaku kondisi pengisian BBM kini jauh lebih lancar dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

"Beberapa hari yang lalu saya mengimbau masyarakat untuk bersabar karena memang sempat ada kendala. Sekarang kondisinya sudah jauh lebih baik. Antrean sudah berkurang dan pengisian BBM juga lebih lancar. Saya merasakannya sendiri. Terima kasih kepada pemerintah dan Pertamina yang terus bekerja sehingga kondisinya semakin membaik," katanya Samsuri.

Sebagai bagian dari upaya memastikan distribusi BBM terus membaik, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bersama Kepala BPH Migas turut meninjau langsung Pertamina Ngebut Pulihkan Distribusi BBM di Medan,.

Driver Ojol Akui Antrean Kini Jauh Berkurang SPBU di Kota Binjai. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi pelayanan di lapangan sekaligus memastikan pasokan dan distribusi BBM kepada masyarakat berjalan lancar.

Pertamina Patra Niaga juga menyampaikan apresiasi kepada BPH Migas, TNI, Polri, pemerintah daerah, Hiswana Migas, pengusaha SPBU, mitra transportir, serta seluruh Perwira Pertamina yang telah bersinergi dalam mendukung percepatan distribusi BBM di Sumatera Utara.

Perseroan mengimbau masyarakat tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan. Pertamina memastikan akan terus memonitor kondisi operasional dan penyaluran di lapangan agar pelayanan energi kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Load More