- Warga negara Indonesia aktif berinvestasi properti di Australia untuk diversifikasi aset dan kebutuhan akomodasi pelajar internasional.
- Pemerintah New South Wales menetapkan proyek Five Dock milik pengusaha Iwan Sunito sebagai State Significant Development.
- Proyek senilai Rp25 triliun tersebut mendapatkan izin pengembangan teknis untuk membangun 840 unit hunian serta fasilitas komersial.
Suara.com - Aktivitas investasi properti lintas negara antara warga negara Indonesia dan pasar real estat Australia terus menunjukkan tren yang stabil.
Tingkat partisipasi ini umumnya didorong oleh kebutuhan akomodasi bagi pelajar internasional serta strategi diversifikasi portofolio aset.
Secara historis, pasar properti Australia kerap dimanfaatkan sebagai instrumen lindung nilai (hedging) terhadap fluktuasi mata uang, dengan rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) di sektor real estat mencapai 3,99 persen.
Berdasarkan data demografi investasi, pembeli asal Indonesia saat ini tercatat sebagai salah satu kelompok investor asing dengan volume transaksi yang signifikan di negara tersebut.
Profil investasinya seperti, akumulasi pembelian properti didominasi di negara bagian New South Wales (seperti kota Sydney) dan Victoria (seperti kota Melbourne), sejalan dengan konsentrasi pusat pendidikan dan komunitas diaspora.
Kemudian regulasi bagi warga asing, termasuk WNI, memiliki hak untuk melakukan pembelian properti di Australia. Namun, transaksi tersebut mewajibkan adanya persetujuan resmi dari badan Foreign Investment Review Board (FIRB).
Selain itu, batasan regulasi menetapkan bahwa investor asing umumnya hanya diperkenankan membeli unit properti baru atau proyek yang masih dalam tahap perencanaan pembangunan (off-the-plan).
Persetujuan Jalur Prioritas Proyek Five Dock
Terkait dengan aktivitas investasi dan pengembangan aset di kawasan tersebut, Pemerintah New South Wales (NSW) baru-baru ini menetapkan proposal pengembangan kawasan Spencer Street di Five Dock sebagai State Significant Development (SSD).
Proyek yang diajukan oleh One Global Capital, entitas pengembang yang dipimpin oleh pengusaha asal Indonesia Iwan Sunito, ini diproses melalui jalur Housing Delivery Authority (HDA). Keputusan penetapan ini ditujukan bagi proyek-proyek yang dinilai dapat memberikan kontribusi pada pasokan perumahan di wilayah NSW.
Baca Juga: Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!
Proyek mixed-use ini memiliki estimasi nilai pengembangan mencapai AUD1,9 miliar atau sekitar Rp25 triliun. Melalui persetujuan jalur HDA, proposal Five Dock memperoleh pelonggaran parameter teknis yang berdampak pada peningkatan kapasitas pengembangan.
Rincian perluasan teknis proyek meliputi fsr yang mengalami peningkatan dari batas ketentuan dasar sebesar 3,0:1 menjadi sekitar 5,7:1 dan pada luas lahan 14.100 meter persegi, potensi GFA bertambah dari sebelumnya 42.300 meter persegi menjadi 80.400 meter persegi.
Juga terdapat penambahan ruang pengembangan baru seluas kurang lebih 38.100 meter persegi.
Rencana induk (masterplan) Five Dock saat ini mengintegrasikan fungsi hunian, perhotelan, aktivitas komersial, ritel, serta ruang publik. Proyek ini memuat perencanaan untuk pembangunan sekitar 840 unit hunian baru, yang sebagian dialokasikan untuk pemenuhan kategori hunian terjangkau sesuai dengan target pasokan perumahan Pemerintah NSW.
Menanggapi keputusan penetapan status dari pemerintah setempat, pihak pengembang memberikan pernyataan resminya.
"Kami menyambut baik keputusan Pemerintah New South Wales untuk menetapkan proposal Five Dock sebagai State Significant Development melalui Housing Delivery Authority,” ujar Iwan Sunito, Founder dan Group CEO One Global Capital.
Berdasarkan skala portofolio perusahaan, kawasan Five Dock tercatat sebagai proyek pengembangan dengan nilai kapitalisasi terbesar yang pernah ditangani oleh Iwan Sunito di Australia. Proyek ini dioperasikan di bawah payung One Global Capital sebagai bagian dari strategi investasi aset real estat berjangka panjang.
Berita Terkait
-
4 Realita Tinggal di Australia yang Wajib Kamu Tahu, Pasti Seru Kayak di Tiktok?
-
Beli Properti Kini Lebih Mudah Berkat Skema Bunga Fleksibel BRI KPR Solusi
-
Dari Pacific Place hingga Ritz-Carlton, Ini Deretan Properti Mewah Milik Tan Kian
-
Aset Properti Jampidsus Febrie Adriansyah Tersebar di Jabar, Didominasi Lokasi Elit
-
Piala Dunia 2026: Akhir Perjalanan Wakil Asia dan Pergantian Kiper yang Terasa Sangat Menyakitkan
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Lee Do Hyun Resmi Gabung Lee Byung Hun dan Go Youn Jung dalam Film Nambeol
-
Shin Tae-yong Ubah Strategi, Persija Andalkan Tim Senior di Piala Presiden 2026
-
Bentrok Pendukung di Gedung DPRD Riau, Dua Anggota Dewan Segera Diperiksa
-
4 HP Kamera OIS di Bawah Rp3 Juta, Hasil Foto Tajam dan Video Lebih Stabil
-
Xiaomi 18 Series Bakal Debut Lebih Cepat, Ini Bocoran Model dan Jadwal Peluncurannya
-
Komitmen Menjaga Transparansi ke Media, Gubernur Khofifah Raih Pimred Award 2026 dari Dewan Pers RI
-
115 Napi Kelas Kakap Lapas Surabaya Mendadak Dipindah ke Nusakambangan
-
5 Tone Up Sunscreen untuk Kulit Berminyak: Anti Lengket, No White Cast!
-
Dunia di Ambang Krisis? Ancaman Blokade Laut Houthi Ancam Pasokan Minyak Global
-
Berhari-hari Terombang-ambing, Misteri Jasad Anonim di Perairan Kandang Balak