News / Internasional
Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:28 WIB
George Soros dan Adriana Ferreyr ketika masih mesra. (Foto: ABCnews.com)
Baca 10 detik
  • Keluarga miliarder George Soros membeli 18 properti seluas 120 hektare melalui perusahaan cangkang di Shelter Island, New York.
  • Aksi pembelian lahan tersebut memicu keresahan warga lokal karena adanya pembatasan akses serta pembangunan yang cukup intensif.
  • Warga khawatir investasi masif ini akan menaikkan harga properti dan mengubah komunitas tenang tersebut menjadi kawasan eksklusif.

Suara.com - Keluarga miliarder George Soros menjadi sorotan setelah dilaporkan memborong puluhan properti di kawasan eksklusif Shelter Island, New York.

Langkah ini memicu kekhawatiran warga lokal yang menilai aksi tersebut mulai mengubah wajah komunitas kecil di wilayah Hamptons.

Berdasarkan catatan publik, keluarga Soros telah menguasai hampir 120 hektare lahan melalui pembelian 18 properti.

Akuisisi dilakukan lewat berbagai perusahaan cangkang, menjadikan mereka pemilik lahan pribadi terbesar di pulau tersebut.

Sejumlah warga mengaku resah dengan dampak yang ditimbulkan.

George Soros

“Kami tidak tahu tujuan mereka membeli begitu banyak lahan, tapi ini jelas mengubah komunitas,” ujar seorang mantan pemilik properti yang kini telah menjual tanahnya.

Kekhawatiran semakin meningkat setelah aktivitas pembangunan intensif terlihat di beberapa lokasi.

Warga juga menyoroti pemasangan kamera pengawas serta pembatasan akses yang dinilai membuat lingkungan menjadi lebih eksklusif dan tertutup.

Bahkan, keluarga Soros disebut sempat mengajukan pembangunan pagar pengaman di jalan publik.

Baca Juga: 7 Gubernur Berganti, Proyek Jalan Tembus Pasar Minggu-BIN Masih Tersandera Pembebasan Lahan

Namun rencana tersebut ditolak otoritas setempat karena menyangkut akses umum yang tidak boleh dibatasi.

“Sulit melawan kekuatan hukum para miliarder. Mereka seperti bisa membangun apa saja yang mereka mau,” kata warga lokal, Steve Lenox seperti dikutip dari NY Post.

Ia menegaskan kondisi ini berpotensi merusak pulau yang selama ini dikenal sebagai komunitas tenang.

Lonjakan harga properti juga menjadi perhatian utama.

Warga khawatir Shelter Island akan bernasib sama seperti kawasan elit lain di Hamptons yang menjadi tidak terjangkau setelah dibanjiri investor kaya.

Selain Soros, aktivitas investasi besar juga dilakukan pengembang lain yang membeli sejumlah bisnis penting di pulau tersebut.

Penutupan layanan apotek lokal bahkan sempat memicu protes karena mengganggu kebutuhan dasar warga.

Dengan luas sekitar 8.000 hektare, kepemilikan keluarga Soros memang hanya sebagian kecil dari total wilayah.

Namun, lokasinya yang strategis dinilai memberi pengaruh besar terhadap dinamika sosial dan ekonomi setempat.

Load More