- Produksi sawit Indonesia meningkat 7 juta kiloliter pada 2024 hingga 2025 atau sebesar 15 persen dari total rata-rata nasional.
- Kenaikan produksi tersebut menjadi modal utama pemerintah untuk mengakselerasi program hilirisasi biodiesel hingga mencapai target implementasi B60 pada 2028.
- Kemenko Perekonomian mendorong riset hilirisasi energi untuk pengembangan bahan bakar berkelanjutan seperti avtur sawit, bensin sawit, serta produk benwit lainnya.
Suara.com - Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera, mengungkapkan bahwa produksi sawit Indonesia mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 7 juta kiloliter (KL) dalam periode tahun 2024 hingga 2025.
Perwakilan Kemenko Perekonomian menyebut kalau kenaikan ini setara dengan hampir 15 persen dari total rata-rata produksi nasional sebesar 50 juta KL.
Dida menyebut, ini menjadi modal kuat bagi Indonesia untuk mengakselerasi program hilirisasi biodiesel, termasuk mengejar target implementasi B60 pada tahun 2028 mendatang.
"Ini tentu satu indikator yang sangat positif. Kerja keras seluruh pihak terbukti mampu meningkatkan produktivitas kita secara luar biasa hanya dalam waktu satu tahun," ujar Dida Gardera saat membuka Pekan Riset Sawit Indonesia (Perisai) 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Ia mengklaim keberhasilan Indonesia di sektor bahan bakar nabati ini juga kian mendapat sorotan dunia. Dida bercerita, pada awal tahun ini Pemerintah Indonesia menerima kunjungan dari Presiden New Development Bank (NDB) yang juga mantan Presiden Brazil.
Dalam pertemuan tersebut, pihak NDB menyatakan kekagumannya atas keberhasilan Indonesia yang kala itu sudah mantap menerapkan B40.
Apalagi dalam perkembangan terbaru, Indonesia baru saja sukses meluncurkan uji coba B50 seminggu yang lalu dan langsung mendapatkan apresiasi tinggi dari Presiden.
"Untuk sektor etanol, negara seperti Brazil mungkin lebih maju. Namun untuk urusan biodiesel, Indonesia jauh memimpin di depan," lanjut Dida.
Kendati telah menorehkan pencapaian besar lewat B50, Kemenko Perekonomian menegaskan bahwa pekerjaan rumah di sektor hilirisasi energi belum usai.
Baca Juga: Fakta BBM B50: Tidak Direkomendasikan untuk Semua Jenis Mobil Diesel
Pemerintah saat ini tengah bersiap memenuhi janji Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk merealisasikan B60 pada dua tahun ke depan.
Guna mendukung target tersebut, fokus hilirisasi kini tidak hanya terpaku pada biodiesel untuk kendaraan darat. Pemerintah bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS) kini tengah gencar mendorong riset masa depan, termasuk pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau avtur kelapa sawit, bensa (bensin sawit), serta benwit.
"Isu sentral dari sawit kita saat ini sudah semakin dominan ke arah ketahanan energi. Potensi pengembangannya masih sangat besar dan bisa dibilang tidak ada satu tetes pun dari sawit ini yang terbuang sia-sia. Semuanya bernilai ekonomi," pungkas Dida.
Berita Terkait
-
Fakta BBM B50: Tidak Direkomendasikan untuk Semua Jenis Mobil Diesel
-
Kemenkeu Ungkap Pemerintah Alokasikan Rp 12 Triliun dari APBN 2026 untuk Riset
-
Tantangan Berat Kia Hadapi Rencana Biodiesel B50 di Indonesia
-
Era Biodiesel B50 Mengintai Kondisi Mesin, Gunakan Proteksi Ekstra yang Relevan
-
Mesin Ekspor RI Kehilangan Tenaga! Sawit dan Baja Melemah Jadi Alarm Bahaya
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Skip Jakarta! Young K Day6 Umumkan Jadwal Tur Konser Solo Bertajuk Youngest
-
6 Cara Memakai Parfum Lokal agar Wanginya Tahan Lama dan Meninggalkan Jejak
-
Keuangan Makin Bersinar, 5 Shio Ini Diprediksi Penuh Keberuntungan 21 Juli 2026
-
Profil Pau Cubarsi, Bek Spanyol yang Raih Penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026
-
Aturan Hak-hak Ojol Tak Masuk RUU LLAJ, DPR Janjikan Bakal Punya UU Sendiri
-
Lepas Status WNI Biayanya Naik 5 Kali Lipat, Menteri Supratman: Bukan Masalah Buat Bangsa
-
Timur Tengah di Ambang Perang Besar! Kematian 3 Tentara Picu Serangan Brutal AS ke Iran
-
Gendong Ransel Hitam dan Bertopi Biru, Bupati Lombok Barat Resmi Masuk Gedung Merah Putih KPK
-
Ledakan Guncang Grand Polonia Medan, Lima Rumah Alami Kerusakan
-
Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi