- Volume transaksi BEI melonjak 35,9% jadi 48,99 miliar saham.
- IHSG naik 1,82% ke level 6.636,475.
- Asing masih jual bersih Rp29,76 miliar pekan ini.
Suara.com - Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menggeliat sepanjang pekan 31 Agustus hingga 4 September 2026. Lonjakan terjadi hampir di seluruh indikator perdagangan, dengan volume transaksi menjadi yang paling mencolok.
Mengutip data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Sabtu (5/9/2026) rata-rata volume transaksi harian BEI melonjak 35,9% menjadi 48,99 miliar lembar saham, dari 36,05 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Kenaikan volume tersebut menunjukkan semakin tingginya aktivitas jual beli saham di pasar domestik. Tidak hanya volume, nilai transaksi harian juga ikut menguat signifikan.
Rata-rata nilai transaksi harian BEI meningkat 25,75% menjadi Rp19,22 triliun, dibandingkan Rp15,29 triliun pada pekan sebelumnya.
Frekuensi transaksi pun mengalami kenaikan. Rata-rata frekuensi transaksi harian tercatat 2,39 juta kali transaksi, naik 10,93% dari 2,15 juta transaksi pada pekan sebelumnya.
Meningkatnya aktivitas perdagangan turut menopang kinerja pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan tersebut naik 1,82%.
IHSG ditutup pada level 6.636,475, naik dari posisi penutupan pekan sebelumnya di level 6.518,121.
Kenaikan IHSG tersebut juga diikuti dengan pertumbuhan kapitalisasi pasar. Kapitalisasi pasar BEI meningkat 1,47% menjadi Rp11.599 triliun, dari Rp11.431 triliun pada pekan sebelumnya.
Dengan demikian, dalam sepekan terjadi peningkatan baik dari sisi aktivitas transaksi maupun nilai pasar saham secara keseluruhan.
Di tengah penguatan IHSG, investor asing justru masih mencatatkan aksi jual bersih.
Pada pekan 31 Agustus–4 September 2026, nilai jual bersih investor asing mencapai Rp29,76 miliar.
Jika dihitung sepanjang tahun berjalan, tekanan jual investor asing masih jauh lebih besar. Hingga saat ini, investor asing telah membukukan nilai jual bersih Rp68,05 triliun di pasar saham Indonesia.