- Penyidik KPK melakukan operasi tangkap tangan di wilayah NTB terhadap belasan orang, termasuk Bupati Lombok Barat.
- Penangkapan berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026, yang melibatkan unsur swasta serta pejabat pemerintah daerah setempat.
- Bupati Lombok Barat yang terjaring operasi tercatat memiliki total harta kekayaan mencapai lebih dari Rp25,5 miliar.
Tanah dan bangunan seluas 60 m² di Kabupaten Lombok (hasil sendiri): Rp680.000.000
Tanah seluas 2.525 m² di Lombok Barat (hasil sendiri): Rp95.000.000
Tanah seluas 60 m² di Kabupaten Lombok Barat: Rp22.750.000
Tanah seluas 3.334 m² di Lombok Barat (hasil sendiri): Rp127.000.000
Tanah seluas 3.297 m² di Lombok Barat: Rp125.000.000
Tanah seluas 9.813 m² di Lombok Tengah (hibah tanpa akta): Rp370.000.000
Tanah seluas 5.720 m² di Lombok Tengah (hibah tanpa akta): Rp220.000.000
Tanah seluas 10.172 m² di Lombok Tengah (hibah tanpa akta): Rp650.000.000
Tanah seluas 9.110 m² di Lombok Barat (hibah): Rp395.800.000
Baca Juga: Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Tanah seluas 2.998 m² di Lombok Barat (hasil sendiri): Rp104.000.000
Tanah seluas 710 m² di Kota Mataram (hasil sendiri): Rp640.600.000+
Tanah seluas 222 m² di Surabaya (hasil sendiri): Rp1.400.000.000+
Tanah dan bangunan seluas 539 m² di Kabupaten Lombok Barat (hasil sendiri): Rp970.000.000
Tanah dan bangunan seluas 132 m² di Kota Mataram (hasil sendiri): Rp875.000.000
Tanah seluas 2.000 m² di Lombok Barat (hasil sendiri): Rp410.000.000
2. Alat Transportasi dan Mesin (Total Nilai Rp1,28 Miliar)
Mobil Toyota Avanza 1.3 G AT tahun 2019 (hasil sendiri): Rp95.000.000
Sepeda Motor Honda Scoopy 110 CC tahun 2021 (hasil sendiri): Rp10.000.000
Mobil Toyota Alphard tahun 2023 (hasil sendiri): Rp900.000.000
Mobil Honda HRV 1.5 L tahun 2024 (hasil sendiri): Rp275.000.000
3. Aset Lainnya
Harta bergerak lainnya: Rp557.500.000
Kas dan setara kas: Rp9,1 miliar
Utang: Rp0 (tidak memiliki utang)
Proses pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan saat ini masih terus dilakukan oleh tim komisi antirasuah guna menentukan status hukum serta konstruksi perkara lebih lanjut.
Berita Terkait
-
Wanti-wanti Menko Yusril soal Kasus Febrie: Jangan Terjadi Penyimpangan, Bisa Diambil Alih KPK
-
Gendong Ransel Hitam dan Bertopi Biru, Bupati Lombok Barat Resmi Masuk Gedung Merah Putih KPK
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Mengejar Pajak Motor Sampai Pertamina, Giliran Koruptor Hanya Kias Semata
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah
-
Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot
-
BBRI Direkomendasikan JPMorgan, Saham Berpotensi Reli Jangka Pendek
-
Ketika Sensasi Berburu Hadiah Instan Jadi Daya Tarik Baru Konsumen